Setelah Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun, Kapan Pfizer dan Sinopharm Menyusul?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 01 November 2021 18:07 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 merek Sinovac pada anak-anak di bawah 12 tahun. Dalam studinya, BPOM menilai anak-anak 6-11 tahun bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Meskipun baru Sinovac yang mendapatkan izin, tapi tidak menutup kemungkinan ada dua vaksin lainnya yang juga mendapatkan izin. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut vaksinasi anak-anak akan menggunakan tiga merek vaksin yakni Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer.

Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sendiri, sudah memberikan izin pemakaian vaksin Pfizer untuk anak-anak. Lantas, apakah dengan hasil studi tersebut tidak bisa digunakan sebagai acuan untuk memberikan vaksin pada anak?

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan, FDA memang telah memberikan izin penggunaan vaksin mRNA Pfizer untuk anak-anak 6-11 tahun. Tapi, dari Pfizer sendiri belum mendaftarkan vaksinnya di Indonesia. Inilah yang menjadi alasan mengapa vaksin AS tersebut belum dipakai untuk vaksinasi anak-anak.

"Pfizer kan izin dari FDA sudah dikeluarkan per 29 Oktober. Nah, dengan itu sebetulnya sudah bisa dipertimbangkan untuk dipakai di Indonesia, terlebih vaksinnya ada di Indonesia. Namun, kami menunggu pihak Pfizer untuk mendaftarkan vaksinnya untuk anak di Indonesia," kata Penny di konferensi pers virtual, Senin (1/11/2021).

Menurut Penny, setelah Pfizer mendaftarkan vaksinnya ke Indonesia maka vaksin tersebut akan bisa digunakan juga sebagai vaksinasi anak-anak. Sementara untuk vaksin Sinopharm, memang masih diperlukan uji coba lebih lanjut.

"Untuk vaksin Sinopharm sedang proses, salah satunya terkait dengan hasil evaluasi penilaian yang sangat bertahap dan memerlukan waktu yang lama. Kami masih menunggu kelengkapan data. Mungkin dalam waktu dekat sudah kami peroleh," jelas dia.

"Mudah-mudahan segera bisa juga mendaftarkan ke kami, sehingga kami bisa mendapat data-data terkait keamanan, mutu, dan efikasi vaksin yang diproyeksikan untuk anak-anak tersebut," tambah Penny.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya