Mengutip dari artikel di Japanese Station, shibari juga ada yang dilakukan untuk tujuan fotografi, menggali estetika seni mengikat sensual ala Jepang, bahkan buat sekadar aksi menakjubkan dalam mengikat partner dan membuatnya “melayang” di udara.
“Bagiku, seni dari shibari terletak di emosi. Tali-tali itu menjadi medium untuk berkomunikasi,” ujar Subay, seorang nawashi asal Hong Kong.
Anna Bones, nawashi di London berpendapat bahwa, “seni shibari sama seperti menari, ada orang yang menganggapnya sensual, ada pula yang tidak. Mungkin mirip seperti menari bersama seorang teman. Itulah keindahan tali dan shibari.”
(Salman Mardira)