Banyak Negara Kaya 'Rebut' Jatah Vaksin Negara Miskin

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 25 Oktober 2021 14:04 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

PANDEMI Covid-19 yang membayangi umat manusia akan terjadi lebih lama dari yang seharusnya. Bahkan, mulai terjadi beberapa mutasi yang menyebabkan vaksin tidak lagi efektif seperti seharusnya.

Dr Bruce Aylward, pemimpin senior WHO, hal ini lantaran banyak negara-negara miskin tidak mendapatkan bantuan vaksinasi yang mereka butuhkan.

HuffPost melaporkan, negara-negara dengan konflik tinggi seperti Yaman, Suriah, Afghanistan, dan Myanmar tidak dapat menjalankan program vaksinasi mereka, sementara bencana alam juga menghentikan kemajuan di negara-negara seperti Haiti.

Penundaan pengiriman, kumpulan fasilitas manufaktur yang lebih kecil, dan negara-negara kaya yang menimbun vaksin (Jerman telah menghentikan penggunaan AstraZeneca di awal tahun), telah membuat negara-negara berkembang tidak memilikinya.

Menurut aliansi amal The People's Vaccine, kurang dari 5% populasi di Afrika yang menerima vaksin, dibandingkan dengan 40% dari sebagian besar negara lain. Di Inggris misalnya, hampir 66% dari seluruh populasi telah divaksinasi ganda, sedangkan di Amerika Serikat itu 55%.

Program Covax global seharusnya bisa memproduksi 2 miliar dosis. Namun, pada kenyataannya tidak semua tersampaikan dengan baik karena banyak negara yang menyelak. Pada akhirnya, hanya 371 juta dosis yang telah dikirimkan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya