Juli 2021, pemerintah Thailand memulai memnvaksin warganya dengan metode pencampuran vaksin beda merek. Vaksin Sinovac sebagai dosis pertama lalu diikuti dengan vaksin AstraZeneca untuk dosis kedua.
Dengan cara ini, menjadikan Thailand sebagai negara pertama yang mengombinasikan penggunaan vaksin buatan China dengan vaksin Covid-19 buatan Barat, strategi yang menurut otoritas kesehatan Thailand terbukti efektif.
Sebagai upaya pengendalian pandemi Covid-19, pemerintah Thailand dikatakan berencana akan membeli sebanyak total 120 juta dosis vaksin Covid-19 pada tahun 2022. Saat ini, Thailand sudah memesan 60 juta dosis vaksin AstraZeneca, yang diproduksi secara lokal.
Thailand sendiri saat ini tercatat sudah kurang lebih memvaksinasi 36 persen dari total populasi, estimasi 72 juta penduduknya dan berharap sudah bisa mencapai 70 persen dari total penduduk pada akhir tahun 2021.
(Martin Bagya Kertiyasa)