Suku Ainu, Penduduk Asli Jepang Penyembah Beruang yang Terpinggirkan

Wilda Fajriah, Jurnalis
Jum'at 15 Oktober 2021 21:02 WIB
Suku Ainu, penduduk asli Jepang di Hokkaido (Foto: Alamy/Michele and Tom Grimm))
Share :

JEPANG telah menjelma menjadi salah satu raksasa Asia dengan kemajuan ekonominya yang begitu pesat. Namun, di balik ingar bingar kehidupan orang Jepang, tersisa jejak miris Suku Ainu, yang merupakan penduduk asli Jepang.

Suku Ainu adalah pemukim paling awal di Hokkaido, pulau utara Jepang. Tetapi sebagian besar wisatawan tentu asing mendengarnya.

Mereka tinggal di dalam rumah yang sederhana. Berbeda pada umumnya, penduduk Ainu juga memilih beruang sebagai hewan peliharaan, dan membesarkan beruang sebagai anggota keluarga.

Penduduk Ainu memperlakukan beruang dengan sangat baik, karena mereka meyakini bahwa beruang merupakan hewan suci, yang bisa membawa nasib baik ke komunitas mereka.

Seperti dikutip dari laman BBC, terdapat salah satu penduduk Ainu yang bernama Kimiko Naraki. Meski usianya sudah 70 tahun, namun ia tampak terlihat puluhan tahun lebih muda.

Dia adalah Ainu, penduduk asli yang sekarang sebagian besar tinggal di Hokkaido, pulau paling utara Jepang, tetapi tanahnya pernah membentang dari utara Honshu (daratan Jepang) utara ke Sakhalin dan Kepulauan Kuril (kini menjadi bagian yang disengketakan oleh Federasi Rusia-red).

Baca juga: Mengenal Festival Hadaka Matsuri, Pesta Telanjang Doakan Panen di Jepang


(Foto: Getty Images/Toshifumi Kitamura)

Suku Ainu telah lama menarik bagi para antropolog karena identitas budaya, bahasa, dan fisik mereka, tetapi sebagian besar pelancong tidak akan pernah mendengar tentang mereka.

Itu karena meskipun mereka adalah pemukim paling awal di Hokkaido, mereka ditindas, didiskriminasi hingga terpinggirkan oleh pemerintahan Jepang selama berabad-abad lamanya.

Ainu memiliki sejarah yang sulit. Asal-usul mereka tidak jelas, tetapi beberapa cendekiawan percaya bahwa mereka adalah keturunan dari penduduk asli yang pernah tersebar di Asia utara.

Suku Ainu menyebut Hokkaido 'Ainu Moshiri' (Tanah Ainu), dan pekerjaan asli mereka adalah berburu, mencari makan, dan memancing, seperti kebanyakan penduduk asli di seluruh dunia.

Mereka terutama tinggal di sepanjang pantai selatan Hokkaido yang lebih hangat dan berdagang dengan Jepang. Tetapi setelah Restorasi Meiji (sekitar 150 tahun silam), orang-orang dari daratan Jepang mulai bermigrasi ke Hokkaido ketika Jepang menjajah pulau paling utara.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya