Temannya menawarkan biaya yang tidak seberapa, namun pria tersebut setuju.
"Mereka memiliki anggaran yang ketat dan saya setuju dengan harga $250 untuk acara 10 jam", demikian tulis sang pria dikutip oleh MNC Portal Indonesia, Kamis (7/10/2021).
Saat hari H, pria tersebut berlaku profesional dengan terus mengambil gambar sepanjang hari, namun tidak sekalipun ia mendapatkan tawaran untuk makan dan minum.
Lebih mirisnya lagi, ia bahkan tidak diperbolehkan untuk sekedar beristirahat dan diminta pergi tanpa bayaran jika ia tidak menerima kebijakan tersebut.
Mendapatkan perlakuan yang sangat tidak manusiawi tersebut, sang fotografer kecewa dan marah. Ia memutuskan untuk menghapus semua foto pernikahan yang dambinya persis di depan pengantin pria - yang merupakan temannya. Ia juga segera meninggalkan acara pernikahan.