Di samping itu, Jenny juga ingin mencari sesuatu makanan yang gluten free gluten. Maka dibuatlah pasta sagu dan melewati banyak tahapan penelitian di laboratorium.
"Saya pun melakukan uji coba beberapa bulan ini. Hingga akhirnya dapat formula bagus dan saya bawa laboratorium dan disarankan untuk dipatenkan sebagai pasta varian sagu yang belum pernah ada," tambahnya.
Dari situ, muncul ide Jenny untuk mengembangkan pasta sagu ini dengan beragam varian. Seperti makaroni, spagheti juga mi sagu, dengan variasi warna dari sayur maupun buah-buahan.
Jenny mendapatkan bahan pokok sagu dari hutan di Sentani Papua. Sebelum diolah jadi pasta, proses pembuatan sagu ini pun masih sangat tradisional.
"Di sini danau dan hamparan sagu sejauh mata memandang ini sagu. Saya sendiri melihat bagaimana penduduk mengolah sagu dari batang pohon yang ditebang sampai keluar tepungnya," terangnya.
Pertama kali melihat hasil pastanya pun Anda tentu ingin langsung mencicipinya. Karena warna-warni yang mencolok dan cita rasanya tentu berbeda dari papeda.