SERIKAT pekerja yang mewakili pramugari maskapai penerbangan di Kanada mengecam meningkatnya perilaku buruk penumpang di pesawat. Mereka menyerukan agar maskapai mengurangi layanan makanan dan minuman di pesawat untuk membantu memerangi perilaku penumpang nakal.
Persatuan Pegawai Publik Kanada mengatakan pramugari menjadi sasaran pelecehan verbal dari beberapa penumpang yang tidak ingin mematuhi persyaratan federal untuk mengenakan masker di pesawat.
Baca juga: 9 Kode Misterius Pramugari di Pesawat, Ada Tom Cruise hingga Peti Mati
Beberapa penumpang melepas masker mereka untuk makan atau minum dan kemudian membiarkannya lebih lama dari yang seharusnya. Dikatakan ini dapat menyebabkan konfrontasi dan juga berpotensi membuat pramugari terkena virus.
Melansir dari CBC News, Minggu (3/10/2021), banyak maskapai penerbangan telah memulihkan sebagian besar layanan makanan dan minuman mereka musim panas ini setelah mengurangi layanan selama tahap pertama pandemi COVID-19.
Tetapi Transport Canada masih merekomendasikan agar maskapai membatasi tugas-tugas yang tidak penting, termasuk layanan dalam penerbangan.
Baca juga: Edan! Penumpang Jemur Sepatu di Kursi Pesawat Bikin Warganet Geram
Serikat pekerja meminta Transport Canada untuk mengambil sikap yang lebih tegas. Dikatakan regulator harus mengurangi layanan makanan dan minuman pada penerbangan jarak pendek atau menetapkan batas jumlah waktu penumpang dapat melepas masker untuk makan dan minum.
“Orang-orang kami pergi bekerja dan mereka mengantisipasi pertengkaran dengan tamu kami di pesawat,” kata Chris Rauenbusch, Presiden Persatuan Pegawai Publik Kanada dikutip dari Global News.
“Beberapa orang memiliki kondisi kesehatan mental dan perlu mengambil cuti karena keadaan ini. Bukan itu yang kami inginkan, tapi sayangnya itu menjadi kenyataan baru kami.”
“Ini tidak seburuk di Amerika Serikat, tidak ada banyak kekerasan serius, tetapi kami tentu memiliki orang-orang yang terlalu agresif,” ucap Chris.
Menurut Transport Canada, insiden ketidakpatuhan penumpang dengan mandat masker melonjak selama musim panas. Maskapai melaporkan 330 penumpang ke regulator karena menolak memakai masker selama Juli dan Agustus, dari dua kali lipat jumlah insiden yang dilaporkan pada April dan Mei.
(Salman Mardira)