PENYAKIT Jantung Bawaan (PJB) atau lebih dikenal dengan istilah Congenital Heart Disease (CHD) dapat menyerang bayi dan anak.
PJB memiliki probabilitas sebesar 1:100, sementara jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai 40-50 ribu orang per tahunnya. PJB pada bayi dan anak ini juga memiliki dampak yang serius pada kesehatan mulai dari non kritis sampai dengan kritis.
Dalam webinar ‘Pentingnya Dukungan Nutrisi Optimal pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan’, Rabu (29/9/2021), Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi, dr. Rahmat Budi Kuswiyanto, Sp.A(K), M.Kes menjelaskan, PJB adalah kelainan struktur anatomi, letak, atau fungsi jantung akibat gangguan pembentukan organ jantung pada trimester awal kehamilan yang terbawa sampai lahir.
Dokter Rahmat melanjutkan sebanyak 17.500 kasus PJB non kritis dilaporkan per tahunnya, sementara PJB kritis mencapai 25 persen atau sekira 17.500 kasus per tahun.
Oleh sebab itu mengetahui sejak dini faktor risiko PJB sangat diperlukan bagi para orangtua. Faktor risiko PJB disebabkan oleh riwayat kehamilan, di antaranya: