Sementara itu, Peneliti Kebijakan Kesehatan di Brigham and Women's hospital and Harvard TC Chan School of Public Health, Dr. Thomas Chin-Chia Tsai melihat dari kacamata risiko bagi diri Anda dan orang lain.
"Setelah lebih dari satu setengah tahun perjalanan tertunda karena Covid-19, ada alasan yang sangat nyata mengapa individu mungkin ingin atau perlu melakukan perjalanan bahkan ke daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah misalnya untuk melihat keluarga. Sebagai peneliti kesehatan masyarakat, saya melihat hal ini sebagai salah satu risiko," tutur dia.
Dia mengatakan, bepergian tanpa vaksinasi menempatkan diri Anda dan orang lain dalam risiko terkena COVID-19. Sementara berkunjung ke daerah dengan tingkat vaksinasi rendah dan tingkat kasus COVID-19 tinggi juga secara inheren berisiko.
Sebagai pelancong yang divaksinasi, tetap penting untuk mengikuti pedoman maskapai dan yurisdiksi lokal seputar masker, skrining dan tes Covid-19.
"Kita berada pada tahap pandemi yang fokusnya secara kolektif mengambil tindakan yang dapat mengurangi penularan," tutur dia.