SAAT membahas rencana liburan di masa pandemi, apalagi hadir pula ancaman varian Delta. Di satu sisi, ada kekhawatiran terkena Covid-19 tetapi di sisi lain dorongan bisa rehat sejenak dari kesibukan kerja tak terelakkan.
Lantas apa pendapat para pakar kesehatan, apakah etis berlibur di tengah pandemi?
Pakar bioetika sekaligus co-founder firma konsultan bioetika Rogue Bioethics, Kelly Hills berpendapat, etis saja bila Anda berasal dari kawasan dan tujuan liburan dengan 80 persen populasi sudah tervaksin dan kasus Covid-19 rendah.
Anda harus mengikuti pedoman kesehatan masyarakat secara ketat. Apabila Anda memutuskan akan bepergian, maka Anda bertanggung jawab atas tindakan Anda dan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan penyebaran penyakit.