Dari keterangan para peneliti dari otoritas pengendalian penyakit lokal, CanSinoBIO dan lembaga Cina lainnya. Kontras dengan yang menerima suntikan CanSinoBIO sebagai booster, golongan orang-orang yang menerima suntikan booster Sinovac saja menunjukkan peningkatan hanya 15,2 kali lipat dalam tingkat antibodi penetralisir.
Satu dosis Sinovac diikuti oleh booster CanSinoBIO pada interval satu atau dua bulan menghasilkan peningkatan 25,7 kali lipat dalam tingkat antibodi penetralisir, sementara dua dosis Sinovac menginduksi peningkatan 6,2 kali lipat saja.
Sebagai informasi, studi ini menganalisa data dari sebanyak 300 orang dewasa sehat dengan rentang usia 18 sampai 59 tahun. Untuk catatan, studi penelitian di atas tidak menilai perlindungan suntikan booster terhadap Covid-19 dan tidak menguji antibodi penetral terhadap varian Delta yang diketahui lebih menular.
(Martin Bagya Kertiyasa)