Bali, menjadi salah satu destinasi wisata favorit para wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain keindahan alam dan pantai serta budayanya yang menjadi magnet, Pulau Dewata ini juga memiliki desa wisata yang menjadikan para wisatawan semakin betah berlibur. Tidak hanya memanjakan mata, saat berada di desa wisata Anda juga dapat belajar mengenai budaya. Selain itu, Desa Wisata di Bali ini memiliki pemandangan hamparan hijau dengan udara yang segar nan menyejukkan.
Sayangnya, untuk bisa menikmati secara langsung desa wisata di Bali pun masih harus ditunda selama masa pandemi Covid-19 ini, guna menekan laju penyebaran virus corona. Namun meski berada #DiRumahAja, Anda bisa melihatnya secara virtual beberapa keindahan desa wisata di Bali sambil mempersiapkan liburan Anda setelah masa pandemi usai. Jika masih belum cukup, follow akun Instagram @pesonaid_travel, untuk mendapatkan informasi seputar pariwisata lainnya. Yuk, catat dulu beragam kegiatan seru di desa wisata yang ada di Bali!
1. Bermain di pantai
(Foto: Instagram/@darma_yassa)
Bertandang ke Bali memang rasanya tak lengkap jika tidak bermain di pantai. Nah, di Desa Wisata Pemuteran Bali, Anda bisa bermain di Pantai Pemuteran dengan pemandangan yang indah. Selain bermain pasir dan air laut di tepi pantai, Anda juga bisa menjelajah alam bawah lautnya yang memiliki kurang lebih 80% terumbu karang hidup dengan kegiatan snorkeling ataupun diving. Tidak hanya bermain, di Desa Pemuteran Bali ini, Anda bisa belajar tentang penyu yang berada di Reef Seen Diver’s Resort bersama Kelompok Pelestari Penyu Pemuteran Hijau dan masyarakat setempat.
2. Belajar budaya
(Foto: wonderfulimage.id)
Bukan hanya panorama alam, Bali juga memiliki daya tarik akan budayanya yang kental. Saat bertandang ke desa wisata, Anda bisa mempelajarinya, lho! Seperti halnya membuat kerajinan tangan, mengunjungi pura, atau belajar langsung budaya masyarakat setempat. Kegiatan ini bisa Anda lakukan saat berlibur di Desa Wisata Penglipuran. Udara di desa ini pun terasa asri, tak heran jika Desa Wisata Penglipuran dinobatkan sebagai desa wisata terbersih ketiga di dunia versi majalah internasional Boombastic pada tahun 2016 lalu. Hal ini dikarenakan Desa Wisata Penglipuran merupakan Desa Wisata terbesih ketiga di dunia, lho!
3. Eksplorasi kuliner
(Foto: Instagram/@eatbalieat)
Wisata kuliner tentu menjadi agenda wajib saat berlibur. Begitu pun saat bertandang ke desa wisata yang ada di Bali. Ada loloh cemcem yang berupa minuman tradisional dari rempah-rempah. Lalu tipat cantok, makanan tradisional berbahan ketupat dan berbagai sayuran yang direbus dicampur dengan bumbu kacang. Kedua makanan ini bisa Anda dapatkan saat mengunjungi Desa Wisata Penglipuran. Selain itu, Anda juga bisa menyantap makanan khas Bali lainnya seperti nasi campur, ayam betutu, dan sate lilit.
4. Ikut melestarikan alam
(Foto: Instagram/@gusindra_98 via Instagram/@_lanmelali)
Serunya berkunjung ke desa wisata yaitu ketika dapat melakukan hal yang jarang bisa kita temui, seperti halnya belajar pelestarian alam. Kegiatan seru ini bisa Anda lakukan saat berada di Desa Wisata Mas Ubud, tepatnya di Taman Puspa Aman. Taman bekas lahan pembuangan sampah ini telah dikelola oleh masyarakat setempat dan bahkan dijadikan sebagai pusat ketahanan pangan saat masa pandemi seperti sekarang.
Di sini, Anda bisa belajar dan melakukan aktivitas seperti menanam bibit tumbuhan, sayuran, maupun obat-obatan. Tidak hanya belajar pelestarian tumbuhan, Anda juga dapat melihat bagaimana proses pembibitan dan budidaya ikan. Seru ya!
Beda lagi saat Anda di Desa Wisata Pemuteran. Desa ini memiliki area hamparan hijau yang bernama Bukit Kursi, tempat ini cocok bagi Anda saat ingin berjalan-jalan di pagi hari. Udaranya yang sejuk serta panorama alam yang hijau membuat pikiran menjadi lebih tenang dan segar.
5. Mengenal karya seni
(Foto: Instagram/njanatilemgallery)
Galeri seni di Bali selalu menawarkan pengalaman yang mengesankan. Seperti halnya saat berada di Desa Wisata Mas Ubud. Di sini, Anda bisa melihat berbagai koleksi lukisan, batik, dan pahatan saat berkunjung ke Siadja Gallery yang telah berdiri sejak 1955. Tidak hanya di Siadja Gallery, Anda juga bisa menemukan beragam koleksi maha karya di Njana Tilem Museum. Nama museum yang berada di hamparan hijau ini diambil dari Ida Bagus Njana dan Ida Bagus Tilem. Keduanya merupakan maestro seni patung yang berasal dari Desa Mas.
Setelah mengenal berbagai karya seni, Anda bisa mengikuti workshop di Black Hand Gang Printmaking Studio. Di sana Anda akan mempelajari tentang berbagai teknik cetak grafis. Bukan hanya itu, Anda juga bisa membuat cetakan sendiri di studio yang kerap berkolaborasi dengan seniman untuk menghasilkan cetakan edisi terbatas bertanda tangan dan bersertifikat ini.
Nah, itulah sederet aktivitas seru yang dapat dilakukan saat berada di desa wisata yang ada di Bali. Sambil menunggu bisa melakukan beragam keseruan tersebut, Anda juga bisa #BeliKreatifLokal kerajinan tangan khas Bali secara online melalui platform e-commerce.
(Foto: Wonderfulimage.id)
Selain itu, persiapkan diri Anda dengan mengetahui syarat-syarat perjalanan saat akan mengunjungi Bali setelah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) usai nanti. Berlibur ke desa wisata dengan tetap megedepankan protokol kesehatan ini juga didukung langsung oleh Menparekraf Sandiaga Uno. Ia mengungkapkan untuk terus mendorong dan mendukung desa wisata karena dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi di masa pademi.
“Desa wisata ini merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga memiliki daya saing serta menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian di sektor parekraf di tengah pandemi,” kata Sandiaga Uno.
Meski saat ini berada #DiRumahAja, semangat dan optimisme bahwa sektor pariwisata akan kembali bangkit memang harus selalu tertanam, apalagi dalam waktu dekat ini Indonesia dan negara-negara anggota UNTWO (Organisasi Pariwisata Dunia) akan memperingati Hari Pariwisata Internasional yang juga disebut ‘World Tourism Day’ pada 27 September mendatang.
Jadi, jangan lupa untuk tetap mentaati protokol kesehatan 6M mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama, dan mengurangi mobilitas. Ikuti juga program vaksinasi agar terciptanya kekebalan tubuh untuk melawan Covid-19.
CM
(Yaomi Suhayatmi)