“Jadi pakai aja semuanya, disuntik sesuai dengan aturan. Kita bisa bilang ini dipakai sebagai suntik pertama lakukan sebagai suntik pertama semuanya. Kalau ini sebagai suntikan kedua lakukan sebagai suntikan kedua semuanya dan manajemen stoknya dilakukan di pusat, sehingga tidak dilakukan di daerah,” lanjutnya.
Menkes Budi tak memungkiri bahwa saar ini memang masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki pemerintah. Sebab masih ada saja daerah yang tidak patuh terhadap perintah yang diberikan.
“Kita bilang suntik kedua, kadang-kadang masih ada yang suntik pertama. Ada yang kita bilang untuk suntik pertama, ada sebagian yang malah ditahan untuk stok suntik kedua. itu yang menyebabkan ada stok yang cukup banyak sekitar 25 juta tadi dosis yang ada di daerah-daerah,” pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)