6. Rebutan parawanten
Ini berkaitan dengan makanan yang disajikan pihak calon pengantin. Makanan yang disajikan disebut hahampangan yang terdiri dari ranginang, opak, saroja, kue bugis, wajik, kue lapis, dan jenis lainnya.
Selain itu, ada makanan lain yang disebut beubeutian yang sifatnya tumbuh di dalam tanah lalu diolah dengan cara direbus atau dikukus seperti ubi-ubian, kacang, talas, singkong, dan sebagainya. Di tahap ini juga dilakukan pembagian air siraman.
7. Suapan terakhir
Terdapat prosesi potong tumpeng oleh kedua orangtua calon mempelai perempuan dan dilanjutkan dengan acara memberi suapan terakhir ke anak sebanyak tiga kali. Suapan terakhir ini sebagai simbol pelepasan orangtua kepada calon mempelai wanita untuk hidup mandiri dengan keluarga baru kelak setelah menikah.
8. Tanah rambut
Kedua orangtua akan menanam potongan rambut calon pengantin perempuan di tempat yang telah ditentukan. Penanaman rambut ini bermakna sebagai membuang atau menguburkan masa lalu calon pengantin yang dirasa kurang baik.
(Helmi Ade Saputra)