Sementara itu, UNESCO juga akan mengenalkan aneka wastra tradisional seperti batik, ulos, tenun Lombok, tenun Endek, dan Lurik. Produk fashion ini menonjolkan kreativitas pengrajin hingga desainer.
"Kreativitas mereka ini juga menggabungkan disiplin dan ide yang ada dengan sentuhan tak terduga," kata Moe Chiba, Programme Specialist for Culture UNESCO Jakarta.
Perwakilan Citi Indonesia Puni A. Anjungsari menuturkan, fashion berkelanjutan ini juga menjadi tema Wastra Nusantara Virtual Market. Tak hanya pengrajin, desainer muda juga menampilkan karyanya.
"Kegiatan ini menjadi cara inovatif dalam menjawab tantangan pemasaran yang dihadapi perajin muda Indonesia selama masa pandemi,” ungkap Puni.
(Martin Bagya Kertiyasa)