FASHION berkelanjutan masih digaungkan oleh para pengrajin maupun desainer di Indonesia. Kain tenun Rerempek bahkan menjadi salah satu wujud fashion berkelanjutan yang juga diakui UNESCO.
Dalam pembuatan kain tenun, pengrajin selalu mengedepankan ramah lingkungan. Misalnya ketika memproduksi kain tenun dengan pewarnaan alami.
Dewi Handayani dari Nina Penenun Lombok Timur mengatakan, saat membuat kain tenun selalu melakukan pendekatan fashion zero-waste. Dia menggandeng lansia dan masyarakat sekitar yang menjadi kegiatan turun-temurun.
"Mereka pun memberdayakan lansia untuk mengolah benang-benang sisa tenun menjadi selendang yang kami sebut Rerempek," ujar Dewi yang memproduksi kain tenun di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.