Tono juga memberikan gambaran bujet yang harus disiapkan pengantin saat mau menikah di masa pandemi. Dia menyebutkan kalau mempersiapkan bujet pernikahan itu dilihat dari dua sisi, yakni total bujet dan bujet alokasi untuk akad nikah.
"Kita prediksi sekarang berkurang bujet. Misal saya punya 1 keluarga ada Rp100 juta buat bujet pernikahan. Sebelum pandemi Rp100 juta bisa spend ke macam-macam, mungkin bisa undang 500 orang resepsi, satu orang Rp200 ribu," katanya.
Bujet sekarang ini berkurang Rp100 juta kurang 25 persen, jadi hanya Rp75 juta. Jumlah tamu dihandle menurun, lalu tamu sekarang hanya 50 orang.
"Rp70 juta dibagi 50 orang jadi Rp1,4 juta per orang. Dengan bujet yang lumayan ini pengantin bisa pilih venue yang lebih intimate seperti outdoor," tambahnya.
Kemudian soal suguhan makanan, bujet per orang meningkat, maka makanannya harus istimewa. Misal memilih banyak suguhan food stall, daripada buffet.
Atau bisa juga main course banyak dikemas dalam bentuk hampers. Karena tamu tidak boleh makan di tempat, karena protokol kesehatan ketat.
Jadi pada saat prosesi akad nikah, tamu hanya boleh datang untuk sekadar bersapa dengan pengantin, hingga menikmati entertainment yang ada.
(Martin Bagya Kertiyasa)