MERENCANAKAN pernikahan di masa PPKM bukanlah hal sulit. Bukan berarti Anda tak bisa mewujudkan pernikahan impian karena tak bisa mengundang banyak tamu.
Justru menikah di masa pandemi ini menjadi satu momen terbaik yang bisa dipilih pasangan. Pesta pernikahan yang akan digelar pun terasa lebih intimate.
Dikatakan CEO Weddingku Tono Raharja, selama pandemi, calon pengantin kebanyakan tak bisa menggelar resepsi pernikahan besar-besaran, namun bukan berarti tak bisa mewah. Anda bisa mengakalinya saat akad nikah dengan dekorasi cantik serta suguhan makanan.
"Saat menggelar akad konsepnya harus lebih detil. Misalnya calon pengantin tetap butuh kebaya dan aksesori, makeup dan sebagainya. Karena melakukan (kegiatan sakral) sekali saja," tuturnya saat Webinar Wilona Wedding Fest.
Tono menambahkan, walaupun pandemi dan ada PPKM, calon pengantin tetap mau mengadakan pesta pernikahan. Entah karena dukungan keluarga atau hal lain.
Kemudian Tono juga membahas tren pernilahan di masa pandemi. Selama PPKM ini, trennya cenderung berubah-ubah.
"Tempat menikah pandemi ini konsep outdoor. Pilihan lainnya mereka memilih meeting room hotel yang simpel."
"Harganya juga lebih murah dan ruang meeting ini bisa didekorasi menjadi tempat akad yang cantik," terangnya.
Tono juga memberikan gambaran bujet yang harus disiapkan pengantin saat mau menikah di masa pandemi. Dia menyebutkan kalau mempersiapkan bujet pernikahan itu dilihat dari dua sisi, yakni total bujet dan bujet alokasi untuk akad nikah.
"Kita prediksi sekarang berkurang bujet. Misal saya punya 1 keluarga ada Rp100 juta buat bujet pernikahan. Sebelum pandemi Rp100 juta bisa spend ke macam-macam, mungkin bisa undang 500 orang resepsi, satu orang Rp200 ribu," katanya.
Bujet sekarang ini berkurang Rp100 juta kurang 25 persen, jadi hanya Rp75 juta. Jumlah tamu dihandle menurun, lalu tamu sekarang hanya 50 orang.
"Rp70 juta dibagi 50 orang jadi Rp1,4 juta per orang. Dengan bujet yang lumayan ini pengantin bisa pilih venue yang lebih intimate seperti outdoor," tambahnya.
Kemudian soal suguhan makanan, bujet per orang meningkat, maka makanannya harus istimewa. Misal memilih banyak suguhan food stall, daripada buffet.
Atau bisa juga main course banyak dikemas dalam bentuk hampers. Karena tamu tidak boleh makan di tempat, karena protokol kesehatan ketat.
Jadi pada saat prosesi akad nikah, tamu hanya boleh datang untuk sekadar bersapa dengan pengantin, hingga menikmati entertainment yang ada.
(Martin Bagya Kertiyasa)