“Pemberlakuan PPKM yang otomatis aktivitas serba terbatas, objek wisata pada tutup, sedangkan perawatan harus tetap dilaksanakan. Kita butuh solusi, butuh bantuan juga dari pemerintah selama PPKM sejak 3 Juli. Ya cukup terasa memberatkan kehidupan lah, terutama para pelaku usaha,” papar dia.
Baca juga: Goa Jepang Majalengka, Situs Wisata Sejarah yang Memprihatinkan
“Kalau bicara bijak atau tidak (kebijakan penutupan objek wisata), ya membingungkan juga. Kalau menutup objek wisata, ya seharusnya ada jaminan lah untuk pengelolanya. Ya minimalnya ada pangabungah (penggembira) selama kita tutup, walaupun tidak bisa dikatakan ganti rugi. Yang penting ada pangabungahnya, itu aja udah cukup,” lanjut dia. (sal)
(Rizka Diputra)