Deretan Kain Tenun Indonesia yang Tak Lekang Oleh Waktu

Rizqa Leony Putri, Jurnalis
Senin 02 Agustus 2021 17:19 WIB
Foto: Dok Wonderful Image
Share :

JAKARTA - Indonesia memiliki banyak sekali jenis kain tenun yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air. Kain tenun juga merupakan bagian dari keanekaragaman budaya dan adat yang merasuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Tak heran, jika kain ini mendapatkan perhatian dan tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia hingga ke luar negeri. Selain indah dipandang dan dikenakan, kain tenun nyatanya memiliki potensi yang besar di sektor ekonomi kreatif Indonesia.

Meski kerap dikenakan dalam berbagai acara adat, kain bernilai seni tinggi ini sudah banyak dikembangkan menjadi produk pakaian bergaya kasual. Keberagaman motif yang dimiliki kain tenun dengan nilai filosofisnya tersendiri itulah yang juga menjadi kekuatan bagi fesyen #DiIndonesiaAja. Oleh sebab itu, keberadaan kain ini pun bagaikan tak lekang oleh waktu.

Keindahan kain tenun berikut ini pastinya dapat membantu memanjakan mata Anda yang sedang beraktivitas #DiRumahAja, khususnya selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 berlangsung. Penasaran? Simak informasinya, ya!

1. Tenun Ulos (Sumatera Utara)

 

(Foto: Okezone)

Ulos dikembangkan oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara dengan warna dominan merah, hitam, dan putih. Kain ini juga dihiasi dengan benang emas maupun perak yang ditenun menggunakan alat tenun tradisional.

Kain ulos mulanya digunakan untuk menghangatkan tubuh dalam bentuk selendang atau sarung saja. Menurut kepecayaan leluhur masyarakat Batak, terdapat tiga sumber kehangatan di dunia, yaitu matahari, api, dan kain ulos.

Ulos kemudian menjadi hal yang dibutuhkan semua orang, hingga memiliki nilai yang tinggi untuk masyarakat Batak. Beberapa jenis kain ulos di antaranya seperti Ulos Antakanak, Ulos Bintang Maratur, Ulos Bolean, Ulos Mangiring, Ulos Ragi Hotang, Ulos Sibolang, dan beragam jenis lainnya.

Kain ini juga kerap dikenakan pada upacara adat atau acara resmi lainnya. Namun, kini Ulos telah banyak dijumpai dalam produk pakaian siap jadi (ready to wear), hingga berbentuk tas, dompet, sarung bantal, dan berbagai produk lainnya yang bias Anda dapatkan dengan #BeliKreatifLokal secara online.

 

2. Tenun Songket (Sumatera Selatan)

 

(Foto: Okezone)

 

Songket merupakan tenun khas dari Sumatera Selatan. Kain ini memiliki ciri khas dengan berbagai motif unik dihiasi benang emas yang melintang hampir di seluruh bagian kain, membuatnya terlihat mewah dan menggoda untuk dikenakan.

Songket Palembang dipercayai memiliki makna kemakmuran, kejayaan, dan keberanian. Sejarah kain ini erat kaitannya dengan kedatangan pedagang China yang membawa sutra, serta pedagang India dan Timur Tengah yang membawa emas.

Kain ini umumnya digunakan pada acara pernikahan higga saat menyambut tamu kehormatan. Songket Palembang memiliki beragam motif seperti Songket Lepus, Songket Tawur, Songket Tretes Mender, dan Songket Bungo Paciek.

Kain Songket Palembang juga memiliki ragam warna utama yaitu emas, merah terang, hijau, kuning, serta biru. Berbagai warna ini melambangkan arti yang berbeda-beda dan masih terpengaruh dengan akulturasi kebudayaan China.

Saat ini, telah banyak desainer Indonesia yang mengembangkan songket Palembang menjadi pakaian yang siap pakai yang dapat dipakai untuk acara resmi hingga cenderung santai. Bahkan, ada pula produk-produk fesyen dengan sentuhan Songket yang didesain dengan gaya street wear.

 3. Tenun Lurik (Yogyakarta dan Jawa Tengah)

 

(Foto: Okezone)

Kain lurik merupakan kain khas yang berasal dari beberapa daerah di Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah, seperti Klaten dan Solo. Kain ini ditenun dengan motif garis-garis satu arah yang telah populer sejak zaman Kerajaan Majapahit. Nama lurik sendiri berasal dari istilah Jawa kuno, yaitu kata larik yang berarti lajur atau garis.

Dahulu kain ini dibuat dalam bentuk selendang untuk penutup dada perempuan. Namun begitu, ada pula yang menggunakannya sebagai alat bantu untuk membawa sesuatu. Caranya dengan mengikatkan kain lurik pada tubuh dan mengaitkannya dengan benda yang ingin dibawa.

Kain lurik dahulu ditenun secara tradisional dengan alat tenun gendong. Motif kain ini dibuat dengan teknik jelujur yang menghasilkan tiga corak, yaitu Lajuran (garis bujur vertikal), Pakan Malang (melintang horizontal), dan Cacahan (gabungan Lajuran dan pakan Malang).

Kini, kain lurik telah banyak dijadikan produk pakaian bergaya modern, seperti maxi dress, jumpsuit, coat, blouse dengan tetap mempertahankan nilai filosofis dari kain itu sendiri. Berbagai desainer di Indonesia pun telah banyak memamerkan koleksi fesyen lurik kekinian mereka pada ajang peragaan busana dalam dan luar negeri.

  

4. Tenun Rangrang (Bali)

 

(Foto: Instagram @tde_kebaya)

Kain rangrang berasal dari Provinsi Bali dan banyak diproduksi tepatnya di wilayah Nusa Penida. Kain ini sangat sakral bagi masyarakat Bali, tak heran bila dahulu penggunaannya hanya diperuntukkan bagi upacara keagamaan saja.

Motif yang terkenal dari kain rangrang identik dengan bentuk geometris zigzag, belah ketupat, atau pun lajur vertikal. Motif ini terinspirasi dari keadaan geografis wilayah asalnya yang didominasi dengan pegunungan dan perbukitan.

Kain ini ditenun dengan teknik tenun polos lalu pewarna yang berasal dari alam, seperti akar mengkudu, kayu secang, kulit delimat, bunga sidawayah, dan lain-lain. Kini tenun rangrang juga telah banyak diolah menjadi produk pakaian siap pakai (ready to wear).

Selain tenun rangrang, Bali juga dikenal dengan kain tenun endek, lho. Kain ini banyak diproduksi di Desa Sidemen, Kabupaten Karangasem. Dahulu, kain ini digunakan sebagai pakaian adat atau untuk kepentingan upacara keagamaan saja.

Namun, kini kain endek telah banyak diproduksi menjadi produk fesyen modern. Bahkan, pakaian dengan sentuhan kain endek juga telah dipamerkan dalam koleksi Christian Dior di peragaan busana Paris Fashion Week pada Desember 2020.

5. Tenun Ikat (Nusa Tenggara Timur)

 

(Foto: Sindonews)

Kain tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur (NTT) telah ada sejak zaman dahulu. Kain dengan berbagai corak dan motif yang unik ini ditenun langsung oleh masyarakat NTT. Beragam corak memiliki cerita dan makna yang berbeda-beda.

Setiap suku di wilayah NTT memiliki motif dan corak tenun yang berbeda, serta masing-masing memiliki nilai filosofis yang berbeda-beda pula. Motif tenun ikat NTT yang beragam ini memiliki ikatan emosional tersendiri dengan masyarakat dari tiap suku yang ada.

Tenun ikat NTT juga kerap dijadikan mahar dalam perkawinan, atau yang dikenal dengan istilah belis nikah. Nama tenun ikat sendiri berasal dari proses pembuatannya yang tradisional, dilakukan dengan cara mengikatkan benang dan membentuk motif tertentu.

Pembuatan kain ini umumnya memakan waktu hingga berbulan-bulan, sesuai dengan kerumitan motif atau corak yang ditenun. Tenun ikat NTT juga semakin dikenal di kancah dunia setelah tampil pada Culture New York Fashion Week 2017 dan Paris Fashion Week 2018 lalu. Prestasi ini tentunya patut membuat kita merasa #BanggaBuatanIndonesia, ya!

Indonesia memang memiliki banyak sekali jenis kain tenun yang indah dan memiliki kandungan nilai filosofis yang berbeda pula. Kain-kain tenun tersebut umumnya banyak dijumpai di berbagai desa tenun tersebar di seluruh penjuru wilayah Indonesia.

Potensi inilah yang membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, yakin produk tenun lokal bisa memasuki pasar ekspor. Terlebih produksi kain tenun telah melibatkan ratusan penenun dari masyarakat.

“Saat ini produksi tenun tradisional sudah melibatkan ratusan penenun dari masyarakat. Dengan konten kreatif dan penjualannya secara online, kita pastinya bisa tembus pasar ekspor,” ucapnya.

Dia pun berharap kepada pengrajin tenun lokal dan juga masyarakat untuk dapat membantu memasarkan produk tenun tradisional ini secara online. Salah satunya, yaitu dengan memanfaatkan media sosial yang ada.

“Pandemi Covid-19 ini memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan. Bukan hanya membuat, tetapi juga menjual melalui online dan menciptakan konten kreatif. Jadi mari kita dukung, karena ini peluang untuk membangkitkan ekonomi kita, menggerakkan ekonomi rakyat, dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” kata Sandiaga Uno.

Itulah tadi deretan kain tenun Indonesia yang keindahannya tak lekang oleh waktu. Semoga kain tenun tersebut dapat menjadi inspirasi gaya fesyen Anda agar terlihat semakin keren saat beraktivitas meski #DiRumahAja. Kalau sudah jatuh cinta dengan keindahannya, tunggu apalagi? Segera #BeliKreatifLokal tenun Indonesia secara online melalui media sosial atau e-commerce yang tersedia.

Sambil mengisi waktu DiRumahAja bersama keluarga, Anda juga bisa mengikuti serunya lomba 17-an melalui Kompetisi #MelodiKemerdekaan dari Pesona Indonesia, lho! Kompetisi ini digelar dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 pada 17 Agustus 2021 mendatang.

Caranya mudah! Anda tinggal membuat video kreasi berdurasi satu menit menyanyikan salah satu dari tujuh pilihan lagu derah #DiIndonesiaAja yang tersedia. Anda boleh sambil menari atau bahkan bermain musik dan mengenakan kostum serta aksesoris dari masing-masing daerah yag Anda pilih, lho!

Pastikan video berorientasi landscape, lalu unggah melalui Instagram feed sebelum tanggal 12 Agustus 2021 dan mention akun instagram @pesonaid_travel. Sertakan hashtag #MelodiKemerdekaan dan mention tiga orang temanmu pada caption. Pastikan Instagram Anda tidak di-private dan sudah follow akun Instagram @pesonaid_travel.

Jagalah kesehatan dan jangan lupa lakukan vaksinasi demi menekan angka penyebaran virus Covid-19 guna mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity. Tetap patuhi protokol kesehatan 6M, yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama, serta mengurangi mobilitas. Semua itu tentunya demi menjaga keselamatan diri sendiri dan orang-orang yang Anda sayangi. (CM)

(Yaomi Suhayatmi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya