Sementara itu, pemerintah juga telah melakukan pengendalian virus hepatitis C di Indonesia. Berbeda dengan hepatitis B yang belum ada obatnya, hepatitis C justru bisa diobati. Sayangnya belum ada vaksin yang terbukti ampuh untuk mencegah terjadinya infeksi hepatitis C. Berikut cara mengendalikan virus hepatitis C.
1. Sebelum 2017 pengendalian hepatitis C menggunakan Pegylated Interferon dengan nilai kesembuhan sebesar 50-60% dengan durasi 48 minggu. Sayangnya cara ini membutuhkan biaya yang mahal.
2. Sesudah 2017 pengendalian hepatitis C menggunakan DAA (Direct Acting Antiviral) seperti Simeprevir, Sofosbufir, Ribavirin, Daclastavir, dan Elba-Grazo. Cara ini memiliki nilai kesembuhan yang sangat besar yakni 95% dengan durasi 12-24 minggu. Biaya yang diperlukan untuk terapi ini juga relatif murah.
(Martin Bagya Kertiyasa)