KEPALA Satuan Pelaksana Museum Sejarah Jakarta, Andri Laksana menyebut, pihaknya akan mengoptimalkan wisata museum melalui virtual selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Selama PPKM, Andri menyatakan tidak menerima wisatawan secara langsung datang ke museum karena pembatasan mobilitas.
"Kita adakan kegiatan virtual, kebetulan museum sejarah ini kan membawahi tiga museum, yakni Museum Prasasti, Museum Joeang dan Museum Thamrin," kata Andri.
Ia mengungkapkan, masyarakat ternyata antusias dengan konsep wisata virtual yang ditawarkan pengelola museum.
Pasalnya, hampir setiap hari wisatawan yang didominasi pelajar dan mahasiswa melakukan kunjungan ke museum via virtual untuk belajar sejarah.
Baca juga: Liburan di Jakarta, Kunjungi 5 Museum Ini untuk Memperluas Wawasan
"Orang yang selama ini belum pernah datang ke museum MH Thamrin tapi dengan adanya museum jadi dia paham," ujar Andri.
Bahkan hingga sekarang pun, masih ada beberapa pihak yang berkirim surat kepada pengelola museum untuk melakukan wisata virtual. "Kalau mau wisata virtual tinggal bersurat kepada kita," jelasnya.
Meski tidak menerima kunjungan wisatawan, Andri mengaku pengelolaan tempat wisata tetap berjalan maksimal.
Setiap harinya, petugas dikerahkan untuk membersihkan bagian museum, seperti ruangan, benda koleksi, dan lain-lain.
Selain itu, petugas administrasi yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) juga tetap masuk namun hanya ketentuan 25 persen dari jumlah pegawai.