Dokter Andhika menjelaskan, semakin cepat terdeteksi maka akan semakin besar pula angka kesembuhan dan survival rate dia. Misal untuk penderita stadium awal memiliki tingkat kesembuhan 85,5%.
Sedangkan penderita kanker yang sudah ada di daerah regional kelenjarnya, angka survival dia 66,8%. Sedangkan yang sudah metastasis dia akan turun menjadi 40%.
Dalam kondisi tertentu, lanjut Doker Andhika, misal ketika lokasi sel kanker jauh dan tidak mungkin dilakukan operasi pengangkatan, maka dapat dilakukan dengan imunoterapi.
Sebagai informasi, imunoterapi adalah pengobatan melawan kanker dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh seseorang untuk membunuh sel kanker. Imunoterapi memiliki tujuan sama dengan terapi target yang dikembangkan sebelumnya. Hanya perbedaannya selain langsung menyasar sel kanker, imunoterapi juga membuat sel kekebalan tubuh penderita lebih aktif melawan kanker.
Dengan Imunoterapi mampu menghambat waktu kekambuhan penderita kanker menjadi lebih lama. Memiliki efektifitas cukup baik dan bagus. Efek samping tidak berat kemoterapi. Efek samping juga ringan dan pasien bisa beraktivitas dengan baik, ungkap dr Andhika.