Sebisa mungkin, kendalikan diri dalam menerima informasi yang masuk. Menurut Tala, di kondisi saat ini, informasi yang datang bisa sangat banyak baik itu valid atau justru hoaks.
"Kita tidak bisa berharap orang lain akan terus mengingatkan, tetapi kita harus sadar bahwa sudah mulai capek dengan pemberitaan ini, membuat tidak nyaman dan jadinya cemas. Mundur dulu, istirahat dulu, ganti dulu tayangan media yang biasa kita lihat supaya kita bisa lebih rileks," tutur dia.
Kalau pun Anda sudah terlanjur mengalami panic buying, mungkin saja bisa tersadar. Biasanya, saat Anda melihat barang-barang yang dibeli tidak terpakai muncul pikiran, 'ngapain beli sampai diborong semua'.
Ketika sudah sadar, di sanalah peran orang terdekat untuk membantu mengingatkan Anda tak perlu memborong, membeli produk yang sebetulnya tak diperlukan. "Kalaupun mau preventif, tidak perlu sampai harus memborong, cukup beli sesuai kebutuhan," demikian pesan Tala.
(Martin Bagya Kertiyasa)