BEBERAPA waktu lalu penggunaan ivermectin dalam pengobatan Covid-19 sedang ramai diperbincangkan. Sejumlah studi dan penelitian menjelaskan bahwa ivermectin memiliki potensi anti parasit yang bisa mencegah dan menyembuhkan pasien yang terinfeksi Covid-19.
Saat ini Kementerian Kesehatan yang berkerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Badan Litbangkes sedang melakukan uji khasiat dan keamanan terkait ivermectin untuk pengobatan Covid-19.
Sebagaimana diketahui, ivermectin adalah salah satu obat antiparasit yang paling sukses di dunia dalam kedokteran hewan dan manusia. Saking mujarabnya, Ivermectin menjadi obat anthelmintik dan antiparasit untuk hewan dengan penjualan global tahunan lebih dari USD1 miliar atau setara Rp14,4 triliun sejak pertengahan 1980-an.
Ivermectin telah disumbangkan secara gratis sejak 1987 oleh produsennya yakni Merck & Co. Inc, untuk memerangi river blindness/onchocerciasis (infeksi cacing gelang Onchocerca volvulus) pada orang-orang di seluruh daerah tropis. Obat ini juga sekarang digunakan untuk mengobati strongyloidiasis dan kudis pada manusia. Lantas apakah ivermectin direkomendasikan untuk anak dan ibu hamil?
Ketua Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI), dr. Ari Kusuma Januarto, SpOG(K) Obsgins, mengaku telah mengetahui kabar terhadap potensi ivermectin yang dapat digunakan sebagai pengobatan Covid-19. Namun, menurutnya saat ini POGI belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait dengan penggunaan ivermectin.
“Terus terang obat cacing tidak direkomendasikan lah. Tapi kan sekarang ivermectin masih dalam proses observasi. Kalau saat ini untuk ibu hamil dan anak kecil yang terinfeksi Covid-19, ya belum direkomendasikan,” ujar dr. Ari, dalam sesi jumpa pers IDI, Jumat (2/7/2021).
Baca Juga : Ivermectin Diburu, BPOM: Obat Keras Hanya Boleh Dipakai Sesuai Anjuran Dokter!
Senada dengan, dr Ari, Sekjen Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI), Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K) pun memberikan pendapat yang sama. Ia pun memberikan penjelasan tambahan lainnya terkait penggunaan ivermectin dalam terapi pengobatan Covid-19 yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat.
“Secara In Vitro, ivermectin memang terbukti bisa menghambat replikasi virus SARS-CoV-2. Tapi kalau In Vivo dosis penggunaannya harus lebih besar. Nah, dosis ivermectin dalam jumlah besar inilah yang ditakutkan. Jadi harus menunggu studi dan klinikal trial terlebih dahulu,” tuntas Prof Budi.
(Helmi Ade Saputra)