Sementara itu, Rektor Kepala Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Emenda Sembiring menanggapi pun pernah melakukan survei di Bandung terkait pola konsumsi yang berdampak dengan timbulan sampah. Dia menyebut, ada peningkatan jumlah sampah kemasan sebelum dan saat pandemi.
"Sebelum pandemi, (jumlah sampah kemasan) mencapai 160 gram per orang per hari. Sementara, saat pandemi adalah sebesar 240 gram per orang per hari. Ada perubahan perilaku bagaimana untuk penuhi kebutuhan sehari-hari," tutur Emenda.
Namun disayangkan, peningkatan sampah kemasan ini tidak membuat masyarakat pro lingkungan. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih kurang.
"Pengetahuan kita setelah pandemi tentang kebiasaan yang pro lingkungan, tidak mempengaruhi pilihan kita. Perilaku ini tidak mutlak mempengaruhi tindakan seseorang," katanya
Emenda menambahkan bahwa membiasakan diri untuk memilah sampah dari rumah tidak sulit. Pun dari Kementerian LHK sudah memiliki peta jalan untuk mencapai target reduksi sampah, yang harus didukung banyak pihak.
(Martin Bagya Kertiyasa)