Bisakah Pulihnya Indra Penciuman Jadi Indikator Sembuh dari Covid-19?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Kamis 24 Juni 2021 20:29 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

SELEBGRAM cantik Tasya Farasya mengaku kehilangan indra penciuman serta perasanya. Hal itu tidak terlepas dari penyakit Covid-19 yang menyerang dirinya.

Selain Tasya Farasya, Bunga Citra Lestari (BCL) juga mengaku tidak bisa merasakan penciuman dan perasanya. Dia pun senang, karena akhirnya bisa merasakan rasa mie instan. Tapi, apakah indra penciuman dan perasa bisa menjadi indikator sembuh atau tidaknya dari Covid-19?

Nah, sebelum menyimpulkan hal tersebut Anda harus mengetahui tentang anosmia dan parosmia. Dua hal ini sebetulnya hampir mirip, tapi jika dikenali lebih spesifik, terdapat perbedaan di antara keduanya.

Menurut Virginia Commonwealth University (VCU), laporan studi di European Archives of Oto-Rhino-Laryngology menerangkan bahwa sebanyak 85 hingga 88 persen pasien Covid-19 mengeluhkan anosmia atau kehilangan kemampuan mencium aroma level ringan hingga sedang.

Profesor Emeritus di Departemen Fisiologi dan Biofisika Richard Costanzo, PhD, menjelaskan bahwa pasien Covid-19 bisa saja mengalami anosmia sebagai gejala awal.

"Bisa saja orang datang dengan gejala ini saat terkonfirmasi Covid-19. Tapi, sampai saat ini belum ada cukup bukti ilmiah. Meski begitu, ada hubungan yang jelas antara infeksi Covid-19 dengan hilangnya kemampuan mencium bau," terangnya.

Profesor Constanzo menjelaskan bahwa gejala anosmia tidak melulu berarti Covid-19. Sebab, sebagian besar lansia mengalami anosmia karena faktor usia. "Semakin bertambahnya usia, kemampuan indera pencium pun menurun," tambahnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya