Sudah Dapat Vaksin Lengkap, Perlukah Jalani Tes Covid-19?

Pradita Ananda, Jurnalis
Jum'at 04 Juni 2021 13:35 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

PROGRAM vaksinasi Covid-19 memang terus dilakukan guna menciptakan imunitas kelompok atau herd immunity. Vaksinasi pun dilakukan dalam beberapa tahap, dengan prioritas vaksin diberikan pada kelompok yang rentan tertular.

Pada awalnya, vaksin Covid-19 diberikan pada tenaga kesehatan dan kelompok orang usia lanjut, kemudian berlanjut pada pegawai BUMN dan masyarakat yang masih bekerja dan harus bertemu banyak orang.

Pasca vaksinasi, lalu timbul pertanyaan dilematis, apakah orang yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap masih harus menjalani tes Covid-19 seperti swab antigen dan swab PCR?

Well, mengutip Fox News, Jumat (4/6/2021) merujuk pada pedoman panduan teranyar dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), disebutkan bahwa oorag-orang yang sudah vaksin lengkap tidak perlu menjalani tes Covid-19 atau dikarantina.

Bahkan, jika orang tersebut terpapar dengan seseorang yang sakit. Namun kecuali, jika Anda mengalami gejala infeksi Covid-19 contohnya demam, batuk, dan kelelahan.

Panduan pedoman yang diperbarui CDC tersebut, dikatakan lebih lanjut mencerminkan penelitian terbaru yang menunjukkan individu yang divaksinasi punya resiko penyakit serius yang sangat kecil. Bahkan jika pada akhirnya terkena infeksi, orang yang sudah divaksin lengkap cenderung tidak menyebarkannya ke orang lain dan gejala sakitnya pun kemungkinan akan lebih ringan.

Sebagai hasilnya, CDC menyebutkan orang yang telah divaksin lengkap bisa jadi pengecualian di tempat kerja alias tak perlu lagi menjalani tes screening Covid-19 rutin di tempat kerja. Tapi bagi orang-orang yang bekerja di tempat resiko tinggi, contohnya rumah tahanan, CDC merekomendasikan tetap harus dites Covid-19 karena resiko wabah yang lebih tinggi.

Aturan yang sama juga masih diberlakukan untuk terbang, saat ini warga negara Amerika Serikat yang kembali dari luar negeri juga masih harus menunjukkan tes negatif Covid-19 sebelum terbang ulang, terlepas dari status vaksinasi yang dimiliki. CDC juga masih menginstruksikan setiap orang yang hasil tes Covid-19 nya positif, harus menjalani isolasi selama 10 hari.

Ketika persentase warga yang sudah divaksinasi meningkat, banyak ahli mengharapkan CDC untuk lebih melonggarkan pedoman tes, bahkan untuk orang yang divaksinasi dengan gejala. Para ahli menyebutkan, banyak pilek dan virus biasa dapat menyebabkan gejala yang menyerupai Covid-19 yang bisa menyebabkan gelombang penyakit yang tidak perlu.

Alih-alih fokus pada tes Covid-19 untuk orang yang sudah divaksin Covid-19 lengkap. Dokter Rebecca Wurtz dari University of Minnesota mengatakan yang penting saat ini adalah setiap orang tetap menjalankan protokol kesehatan ketat seperti yang selama ini sudah dilakukan.

“Berbagai macam infeksi yang tidak kita uji secara rutin akan menyebabkan gejala yang sama. Anda harus mencuci tangan, tetap di rumah dan bekerja dari rumah dan tak perlu dites,” kata Dr. Rebecca.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya