"Rasanya sudah terlalu sering kita mendengar keluh kesah wisatawan baik lokal jogja sendiri maupun dari luar jogja," katanya.
Adanya kesempatan dalam kesempitan ini menurutnya akan membuat citra pariwisata, seperti Yogyakarta akan tercoreng. Bukannya membangkitkan, malah akan berujung merugikan.
Apalagi di masa pandemi ini, pemerintah sudah bersusah payah membangun kembali pariwisata Nusantara supaya bangkit. Bukan malah memanfaatkan situasi yang terkesan memeras wisatawan lokal, maupun mancanegara.
"Ini seperti menjatuhkan sektor wisata yg sedang bangkit memulihkan diri dari badai covid.
"Saya punya harapan ada terobosan yang dilakukan baik oleh pemerintah DIY maupun pemerintah daerah kabupaten / kota, buatlah satgassus pariwisata DIY kalo perlu dibuat seragam yang ikonik," tuturnya.