Peretasan yang terjadi pada akhir Februari telah membahayakan data beberapa maskapai besar global juga. SITA waktu itu sempat menyebut Singapore Airlines, New Zealand Air dan Lufthansa termasuk yang terkena dampaknya.
Air India mengatakan hampir 4,5 juta penumpang di seluruh dunia terkena dampak serangan "yang sangat canggih" itu tetapi tidak merinci berapa banyak jumlahnya. Dikatakan tidak ada data kata sandi yang dibobol selama serangan itu dan saat ini perusahaan sedang menyelidikinya.
Perusahaan mengatakan melalui email kepada pelanggannya bahwa mereka harus mengubah kata sandi akun mereka sebagai tindakan pencegahan.
(Edi Hardian )