SEBUAH maskapai penerbangan komersil, Ryanair yang terbang dari Yunani menuju Lituania dipaksa untuk mengubah jalur dan mendarat darurat di Belarusia. Ini diduga ulah dari pemerintah setempat untuk menangkapan seorang aktivis oposisi di dalam pesawat tersebut.
Paristiwa langka ini terjadi, Minggu 23 Mei 2021 waktu setempat. Penumpang pesawat yang ditangkap adalah Roman Protasevich, seorang jurnalis dan kritikus vokal dari rezim otoriter di Belarus.
Baca juga: 7 Cara Sederhana Memikat Hati Pramugari di Pesawat
Protasevich dikenal kritis terhadap pemerintah Belarusia di bawah kepemimpinan Alexander Lukashenko yang sudah berkuasa selama 27 tahun. Ia merupakan salah satu pendiri NEXTA, saluran Telegram yang telah digunakan untuk mengorganisasi protes terhadap pemerintah Lukashenko.
Para pemimpin internasional menuntut tindakan cepat terhadap Belarusia atas pendaratan paksa pesawat komersil. Mereka menyebut bahwa insiden itu sebagai "pembajakan" dan tindakan "terorisme oleh negara".
Melansir News.co.au, Senin (24/5/2021), pesawat Ryanair tersebut lepas landas dari Athena dan menuju ke Vilnius, ibu kota Lithuania, dengan 171 penumpang di dalamnya. Di antara mereka adalah Roman Protasevich.
Rute penerbangan melewati wilayah udara Belarusia. Sesaat sebelum melintasi perbatasan ke Lituania, pesawat tiba-tiba berbelok ke timur dan mendarat di Minsk, ibu kota Belarusia.
Manajemen Ryanair dalam pernyataannya mengatakan saat itu, pengontrol lalu lintas udara Belarusia memberi tahu awak kabin tentang potensi ancaman keamanan di pesawat dan menginstruksikan pesawat mendarat di bandara terdekat Minsk.
Jalur penerbangan, seperti yang ditunjukkan oleh FlightRadar24, menunjukkan bahwa pesawat itu sebenarnya lebih dekat ke Vilnius daripada Minsk ketika berubah arah.
Baca juga: Tiga Pramugari Diseret ke Pengadilan karena Suap Rp181 Juta
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko secara pribadi memesan jet tempur MiG-29 era Soviet untuk mengawal pesawat ke Minsk.
Ryanair mengatakan "tidak ada yang tidak diinginkan" ditemukan setelah penerbangan mendarat. Pesawat tetap di tanah selama sekitar lima jam sebelum melanjutkan perjalanannya ke Vilnius. Selama waktu itu, Protasevich yang mendirikan NEXTA ditangkap.
Media pemerintah menggambarkan insiden itu sebagai ancaman bom.