Saatnya Menjadikan Teh sebagai Daya Tarik Wisata

Antara, Jurnalis
Minggu 23 Mei 2021 11:02 WIB
Ilustrasi teh (Freepik)
Share :

Seperti ketika kita memasuki Kabupaten Tegal, Jawa Tengah maka banyak ditemukan rumah makan yang memiliki menu teh poci yakni teh yang disajikan menggunakan teko dan cangkir dari tanah liat. Biasanya di dalam cangkir sudah disajikan gula batu.

Orang banyak yang menyebutkan teh asal Tegal itu sebagai nasgitel yang berarti panas, legi (manis), dan kentel (kental).

Dengan rasa teh yang khas di dalam poci tanah liat membuat teh itu lebih kental dengan perpaduan gula batu memang membuat rasanya lebih nikmat.

Namun berbeda dengan penyajian di daerah-daerah Jawa Barat. Ketika memasuki restoran Sunda umumnya akan disajikan segelas teh panas tanpa gula.

Banyak tradisi yang berbeda-beda di masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi teh. Bahkan dalam minum-minuman kekinian yang banyak dijual saat ini, juga menyelipkan produk teh tentunya disajikan dengan tambahan susu, gula aren, dan tentunya boba.

Dengan masih tingginya konsumsi teh di Indonesia membuat komoditi ini masih memiliki prospek menjanjikan ke depannya.

Meski tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit, contohnya perkebunan teh di Puncak, Bogor yang kian berkurang karena harus berlomba dengan restoran, hotel dan tempat hiburan.

Sepertinya ke depan teh ini masih akan menjadi produk unggulan. Bahkan, bisa ditingkatkan kembali dengan meniru negara tetangga yang menjadikan teh sebagai pendukung pengembangan wisata.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya