BARONGKO sangat populer dalam kalangan masyarakat Bugis dan Makassar, Sulawesi Selatan. Kudapan tradisional ini menjadi salah satu makanan khas saat Hari Raya Idul Fitri.
Barongko sudah dikenal sejak era kerajaan. Barongko sering dijadikan sebagai makanan penutup raja-raja Bugis. Presiden ke 3 RI BJ Habibie semasa hidupnya juga gemar sekali menyantap Barongko.
Baca juga: Cobain Deh 4 Kuliner Surabaya Ini, Rasane Muantep Rek
Cita rasa khas barongko disukai banyak orang. Rasa manis dan gurih membaur di lidah dan membuat para penikmatnya tidak puas hanya memakan satu bungkus saja. Sedangkan bahan dasar utama yang digunakan untuk membuat barongko adalah pisang kepok yang sudah masak.
Tak hanya rasanya yang lezat, kue tradisional ini menyimpan nilai filosofi. Barongko merupakan singkatan dari barangku mua udoko, yang dalam bahasa Indonesia berarti barangku sendiri yang dibungkus. Artinya, adonan yang bahan bakunya pisang juga dibungkus dengan daun pisang.
Mengutip laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nilai utama dalam budaya Bugis dan Makassar adalah siri’ atau harga diri. Jadi, membungkus atau menjaga harga diri merupakan amalan dari nilai siri’ dengan tujuan menjaga harkat dan martabat diri sendiri serta keluarga.
Baca juga: 4 Toko Es Krim Lawas, Salah Satunya Favorit Presiden Soekarno
Barongko juga menggambarkan apa yang terbungkus di dalam sama dengan yang tampak di luar. Ini diartikan dalam sebuah perkawinan memiliki makna sebagai awal keharmonisan untuk membangun rumah tangga. Kedua mempelai akan menjalin keharmonisan jika sama-sama memiliki hati dan perilaku yang baik. Sementara rasa manis dan gurih bermakna pengharapan akan kesejahteraan dalam rumah tangga.
Untuk makan barongko, tak perlu ke Sulawesi, karena Anda juga bisa membuat sendiri di rumah dengan resep yang sederhana. Bahannya apa saja dan bagaimana langkah-langkahnya?