Banyak Orang WFH, Pandemi Sebabkan Penjualan Kondom Melonjak

Antara, Jurnalis
Rabu 05 Mei 2021 16:26 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

PANDEMI Covid-19 memang membuat banyak orang terpaksa berada dalam rumah lebih lama dari biasanya. Tidak heran jika kegiatan yang biasa kita lakukan di rumah semakin bertambah intense.

Pandemi ini pun telah membuat para pasangan lebih dekat, yang berarti banyak yang semakin sering melakukan hubungan seksual. Tidak heran, jika kemudian penjualan alat kontrasepsi seperti kondom melonjak, seiring pembatasan Covid-19 mulai dilonggarkan di seluruh dunia.

Reckitt Benckiser, dikutip dari New York Post pada Rabu mengatakan merek kondom, pelumas dan mainan seks Durex mencatat peningkatan penjualan "dua digit" pada kuartal pertama dibandingkan tahun lalu karena lockdown sudah dilonggarkan di pasar-pasar utama.

Permintaan kondom Durex sangat besar di China dan sebagian AS dan Eropa di mana tingkat infeksi virus corona telah menurun, pembatasan telah berkurang dan "kecemasan" tentang pandemi telah berkurang, kata eksekutif Reckitt.

"Pembatasan 'tinggal di rumah' yang lebih longgar di China, dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2020, misalnya, telah membantu mendorong pertumbuhan yang kuat dalam kategori kesejahteraan seksual kami," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Permintaan kondom mulai kembali akhir tahun lalu ketika penjualan kondom keluaran Reckitt itu melonjak 13 persen pada kuartal keempat setelah menukik hampir sepanjang tahun 2020.

Kepala eksekutif Reckitt Laxman Narasimhan menandai Italia, di mana seks "turun drastis", serta Inggris dan tempat lain di mana orang-orang berhenti melakukan hubungan kasual dan bahkan pasangan mapan melakukan lebih sedikit seks, menurut laporan BBC pada April 2020.

Namun, pada musim gugur, Reckitt mencatat dalam laporan pendapatannya bahwa pelonggaran peraturan jarak sosial menghasilkan peningkatan permintaan untuk produk kesejahteraan seksual kita.

Sementara itu, penjualan produk pilek dan flu - yang dijual Reckitt dengan merek termasuk Mucinex, Nurofen dan Airborne - menurun, dengan "insiden" penyakit turun 90 persen.

Reckitt memprediksi musim dingin dan flu yang "cukup kuat" pada 2021 dan 2022 karena orang-orang sudah kembali ke sekolah dan bekerja, dan jarak sosial berkurang.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya