Terkait dengan penggunaan alat swab yang tepat, dr Selvi menjelaskan, alat swab harus dimasukkan ke rongga hidung sampai batas nasofaring, lalu ke rongga mulut sampai batas orofaring.
"Sampai bisa di titik yang diharapkan itu pun tak sembarang orang mampu melakukannya dan mengetahuinya. Kalau sudah di titik yang ditentukan, petugas akan mengusap bolak balik alat swab," terangnya.
Nah, tindakan ini sangat berisiko. Sebab, kalau salah mengusap atau menempatkan stik swab efek samping yang terjadi area hidung bisa berdarah.
"Penggunaan alat swab yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi berbahaya termasuk perdarahan hidung," tegas dr Hadian Widyatmojo, SpPK, ahli patologi klinik laboratorium Primaya Hospital Karawang.
(Martin Bagya Kertiyasa)