Es teler racikannya khas, kerokan kelapa mudanya memenuhi gelas. Alpukat muda juga banyak memenuhi dasar gelas. Lalu ditambah susu kental manis.
Ketika tiba di Jakarta, Tukiman berjualan rokok di sebuah gerobak. Samijem, istrinya bekerja sebagai bakul jamu. Tukiman juga menjual bakso dan siomay.
Suatu saat Samijem coba-coba membuat es campur, belum bernama es teler. Es campur itu terdiri dari kelapa muda, alpukat, dan nangka kemudian ditambah sirup serta susu.
Es menu baru itu digelar di samping gerobak rokok sang suami yang berlokasi di Jalan Semarang, kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Tidak disangka ternyata disukai banyak orang, terutama dari para mahasiswa sekitar lokasi. Para mahasiswa itu menamai es campurnya dengan nama es teler. Sekali sedot langsung teler.