SEORANG pramugari Southwest Airlines bernama Carol Madden mengajukan gugatan terhadap maskapainya tersebut. Ia mengklaim bahwa pihak maskapai gagal melindungi staf dari paparan virus corona selama pelatihan wajib musim panas lalu, yang menyebabkan kematian suaminya.
Menurut dokumen pengadilan yang diajukan pada Maret, suami sang pramugari bernama Bill yang tinggal di Baltimore, kota besar di Maryland, Amerika Serikat itu, meninggal dunia pada 12 Agustus 2020 dalam usia 73 tahun karena COVID-19 dan komplikasinya.
Dalam dokumen tersebut tertulis bahwa pria itu meninggal usai tertular penyakit dari Madden, setelah ia menjalani sesi pelatihan yang diperlukan oleh pramugari.
Baca juga: Tolak Beri Cuti Haid ke Pramugari, Bos Maskapai Didenda Puluhan Juta
Maskapai penerbangan, meskipun "sangat simpatik" kepada mereka, berusaha untuk menolak kasus tersebut dengan mengatakan bahwa kesalahan yang ditimpakan kepada perusahaan salah sasaran.
Melansir dari FOX Business, Kamis (29/4/2021), Carol Madden pada Juli 2020 diminta oleh perusahaan maskapainya untuk menghadiri Pelatihan Sertifikasi Ulang yang wajib dihadiri pramugari.
Southwest telah melakukan sesi wajib harian untuk pramugari di pangkalan Bandara BWI selama seminggu mulai dari 13 Juli.
Gugatan itu lebih lanjut mengklaim bahwa maskapai tidak menyaring pramugari dalam sesi pelatihan untuk COVID-19 termasuk mengukur suhu mereka atau mengajukan "pertanyaan pemeriksaan kesehatan dasar yang biasa diajukan."
Setelah salah satu sesi, suami Carol Madden menjemputnya dari bandara. Namun, beberapa hari kemudian Carol Madden "mulai mengalami beberapa gejala awal" dari virus tersebut, mendorong dia dan suaminya untuk dites.
"Paparan Nona Madden terhadap SARS-CoV-2 terutama disebabkan oleh kegagalan Southwest untuk menjalankan standar perawatan dasar yang akan mencegah penularan virus," bunyi gugatan tersebut.
Baca juga: Jangan Nyender di Jendela Pesawat, Pramugari Ini Ungkap Fakta Menyeramkan
Carol Madden kemudian mengetahui lewat akun Facebooknya bahwa seorang peserta, yang dia ajak berbagi meja selama pelatihan, telah dites positif terkena virus dan memberi tahu maskapai tak lama kemudian.
Gugatan tersebut juga menuduh bahwa "Southwest gagal mempublikasikannya, melakukan pelacakan kontak, untuk memberitahu karyawan yang berpotensi terkena dampak" termasuk Madden.