Tak terasa, Ramadhan sudah memasuki pertengahan. Setiap muslim yang tidak memiliki udzur atau halangan, telah menjalankan puasa hingga pertengahan Ramadhan. Salah satu sahnya puasa adalah membaca niat lebih dulu.
Lalu bagaimana jika lupa membaca niat puasa? Apakah puasanya sah?
Sekretaris Lembaga Dakwa Khusus PP Muhammadiyah, Ustadz Faozan Amar mengatakan, pada dasarnya niat puasa tidak harus dilafalkan dengan bacaan niat. Namun niat yang dikatakan di dalam hati juga sudah cukup.
Lalu bagaimana jika lupa membaca niat puasa? Apakah puasanya sah?