PRAMUGARI indentik dengan wanita cantik dengan senyum menawannya yang selalu menyambut penumpang dengan ramah. Lantas, apa sih alasan pramugari selalu menyapa penumpang dengan senyuman?
Pramugari selalu tersenyum karena harus membuat kesan pertama yang baik dengan penumpang dan membuat citra terbaik atas pelayanan maskapai tempat ia bekerja. Namun, setiap senyum yang dilayangkan pramugari memiliki arti yang berbeda-beda loh.
Kira-kira apa saja? Berikut ulasannya yang dikutip Okezone dari berbagai sumber.
1. Mengecek penumpang mabuk
Seorang pramugari bernama Janice Bridger mengungkapkan ketika ia tersenyum dan menyapa penumpang, sebenarnya ia melihat kondisi dari si penumpang tersebut. Selain itu, hal ini juga membantu pramugari untuk mengingat seseorang jika ia dalam kondisi bermasalah contohnya mabuk.
Penumpang yang mabuk bisa menjadi masalah besar bagi pramugari. Perilaku yang tidak sopan, berisik, dan membuat penumpang lain tidak nyaman karena bau yang bisa menjadi beberapa alasan mengapa penumpang yang mabuk mungkin menjadi beban selama penerbangan.
“Jelas, jika seseorang tampak mabuk, kami tidak ingin mereka naik pesawat. Karena potensi masalah nya terlalu besar. Begitu pula, jika seseorang menaiki pesawat dengan sikap penuh kebencian dan keji terhadap kru, itu adalah kekhawatiran yang perlu diatasi sebelum keberangkatan. (Ini jarang terjadi, tetapi pernah terjadi.),” tulisnya yang dikutip Okezone dari situs Quora.
2. Mengecek orang sakit dan disabilitas
Tentunya dalam pesawat tak ada yang ingin tertular penyakit. Oleh karena itu, dibalik sapaan ramah dan senyum manis seorang pramugari, ia sudah menandai penumpang yang sakit dan selalu waspada agar penumpang tersebut tak menularkan sakitnya ke penumpang lain.
“Saya pernah memiliki penumpang yang terlihat pucat dan sakit parah. Kami akhirnya memindahkannya karena tidak ada yang menginginkan kuman flu mereka. Jadi ya, saya perlu waspada dan waspada di balik "wajah sapaan" saya yang berupa senyuman dan sambutan yang menyenangkan dan menghibur,” ungkapnya.
Sedangkan penumpang disabilitas perlu mendapat perhatian ekstra dari awak kabin. Oleh karena itu pramugari memastikan penumpang seperti itu tidak dilupakan jika terjadi keadaan darurat.
3. Mengecek orang yang ‘berotot’
Pramugari biasanya telah menandai penumpang yang terlihat mencurigakan dari awal penerbangan. Janice Bridger mengungkapkan bahwa ia sering menandai orang yang terlihat berotot karena jika terjadi sesuatu hal, ia bisa meminta tolong orang tersebut untuk melindunginya.
“Jika saya melihat seseorang yang berotot, bertenaga, kuat, sehat secara fisik, saya menghafal wajahnya dan mencatat di mana mereka duduk. Saya menganggap orang ini perlindungan bagi saya. Jika terjadi serangan pada penerbangan atau pada saya, Orang-orang ini adalah "tujuan" saya. Jika suatu situasi tampaknya membahayakan, saya secara pribadi dan diam-diam akan bertanya kepada salah satu dari orang-orang ini apakah mereka bersedia membantu kami jika perlu. Kami berharap itu tidak pernah terjadi, tetapi kami akan mempersiapkannya jika itu terjadi,” katanya.
4. Mengecek awak kabin lain
Pramugari juga mencoba mencari tahu apakah ada pramugari lain yang ikut bepergian sebagai penumpang. Itu karena orang-orang ini telah diajari bagaimana berperilaku dalam keadaan darurat, memberikan pertolongan pertama, dan bekerja dalam tim. Bantuan mereka akan sangat berguna jika terjadi situasi darurat.
“Mereka adalah sumber yang tak ternilai bagi saya, dan saya ingin tahu siapa mereka dan di mana mereka duduk,” tambahnya.
5. Mengecek penumpang mencurigakan
Janice mengaku bahwa ia sering melihat penumpang yang takut terbang dan membutuhkan kata-kata penghiburan dan dorongan. Selain itu ia juga pernah melihat orang-orang mencoba menyelundupkan hewan peliharaan di dompet atau tas mereka, dan botol minuman keras di tas mereka. Meski minuman keras diperbolehkan selama tetap tertutup, penumpang tidak bisa minum minuman keras milik pribadi di pesawat.
“Dan jika Anda menganggap bahwa saya memiliki waktu sekitar 3-4 detik untuk membuat penumpang merasa disambut dan nyaman, Menilai kondisi mereka ketika di pesawat itu bisa membutuhkan banyak waktu fokus,” pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)