Diadu di Pamidangan Garut, Domba Hotman Paris Harganya Tembus Rp100 Juta

Antara, Jurnalis
Senin 26 April 2021 08:01 WIB
Domba garut diadu di Pamidangan Anugrah, Citiis, Tarogong, Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Antara)
Share :

LANTUNAN musik tradisional dan nyanyian energik khas daerah Sunda mengiringi kegiatan seni ketangkasan domba garut yang menampilkan dua domba jantan beradu kekuatan di arena atau yang seringkali disebut pamidangan.

Pamidangan merupakan tempat mempertunjukkan keistimewaan dan keunggulan domba garut dari setiap padepokan atau para peternak maupun pecinta satwa ternak domba dari berbagai daerah.

Salah satunya daerah yang seringkali menggelar seni ketangkasan domba garut yaitu di Pamidangan Anugrah daerah Citiis di kaki Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Baca juga: Indahnya Pantai Sayang Heulang, Wisata Ikonik di Garut Selatan

Sebenarnya banyak pamidangan di Garut yang dibangun secara swadaya maupun oleh pemerintah daerah, salah satunya Pamidangan Anugrah yang didirikan pengurus Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Garut.

Saat domba garut bernama latin Ovis Aries itu tampil di pamidangan tidak hanya menguji keberanian, melainkan sebagai ajang menaikkan pamor domba, semakin domba sering tampil dan menjadi juara, maka harga jualnya akan tinggi.

"Seperti domba ini namanya Hotman Paris, harganya ditaksir Rp100 juta," kata Endut pengelola Wisdom Garut sambil menunjuk domba yang tampil di Pamidangan Anugrah Citiis, Minggu.

Selama ini harga domba garut yang sudah punya nama di pamidangan bernilai puluhan juta rupiah, bahkan ada yang sampai ditaksir Rp500 juta.

Domba bernilai tinggi itu karena sehat, bersih, memiliki keberanian saat di pamidangan, postur badan yang tegak atau gagah dan yang pastinya sering juara dalam setiap pertandingan.

"Domba yang bagus itu bersih, postur tubuhnya (tegak), terlihat ganteng, dan kalau bertanding domba itu mundurnya jauh, lebih bagus mundurnya sampai habis lapang, lalu berani untuk maju, semua itu ada penilainnya sendiri, kalau diam berarti keberaniannya kurang," kata Galih Rustandi, salah seorang juri adu ketangkasan domba garut dari Bandung.

Domba garut yang tampil di pamidangan memiliki kelas tersendiri yakni Kelas C memiliki bobot 65 kg ke bawah, kemudian Kelas B memiliki bobot 65-75 kg, dan Kelas A memiliki bobot di atas 75 kg.

Domba yang dipertandingkan harus satu kelas dengan jumlah pukulan maksimal 20 kali, meskipun di tengah pertandingan wasit bisa memberhentikannya apabila ada masalah yang bisa membahayakan domba.

Baca juga: Rumpon Ikan Jadi Daya Tarik Baru di Kawasan Wisata Situ Bagendit

Menurut Ketua HPDKI Kabupaten Garut Riki Muhamad Sidiq (34), domba garut bisa memiliki nilai istimewa apabila juara di pamidangan, untuk itu banyak peternak mengikutsertakan domba garutnya bertanding agar bisa diukur keistimewaannya.

Tradisi adu ketangkasan domba garut itu, kata Riki, menjadi jembatan meningkatkan pamor domba garut, dan bisa memberikan keuntungan bagi peternaknya karena ada transaksi jual beli domba saat pamidangan berlangsung.

Domba garut tidak hanya memiliki daya tarik seni di pamidangan, keistimewaan lainnya yaitu sebagai daging konsumsi yang saat ini di Garut sudah cukup banyak rumah makan menawarkan berbagai menu makanan daging domba garut.

Kuliner dari daging domba garut itu selain yang sudah favorit yakni satai dan gulai, ada juga domba guling, dan yang saat ini mulai ramai di Garut yaitu nasi liwet domba garut.

"Daging domba garut ini memang memiliki kualitas yang bagus untuk dikonsumsi, beda dengan daging domba jenis lainnya," kata Riki.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya