4. Arsiteknya adalah Anak Pendeta
Sebuah sayembara digelar pada 22 Februari 1955 sampai dengan 30 Mei 1955 demi menentukan desain terbaik untuk Masjid Istiqlal. Sayembara ini dimenangkan oleh Friederich Silaban, seorang arsitek beragama Nasrani asal Sumatera Utara yang juga merupakan anak dari pendeta.
Ia mendapatkan medali emas seberat 25 gram dan uang Rp25.000. Friedrich mengusulkan gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer dan ornamen geometrik dari baja anti karat untuk Masjid Istiqlal.
5. Terdapat 7 Gerbang
Ada tujuh gerbang untuk memasuki ruangan dalam Istiqlal yang masing-masingnya dinamakan berdasarkan Asmaul Husna. Sementara angka tujuh melambangkan tujuh lapis langit dalam kosmologi alam semesta Islam dan tujuh hari dalam seminggu.
6. Kubah Masjid berdiameter 45 meter
Bangunan utama Masjid Istiqlal memiliki kubah dengan diameter sebesar 45 meter, terbuat dari kerangka baja antikarat dari Jerman Barat dengan berat 86 ton, yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945.
Puncaknya dimahkotai ornamen berbentuk bulan sabit dan bintang sebagai simbol Islam.
Terdapat 12 tiang yang menopang kubah tersebut. Tiang-tiang itu disusun melingkari tepi dasar kubah dan dikelilingi empat tingkat balkon.
Angka 12 melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad yaitu 12 Rabiul Awwal, juga 12 bulan dalam penanggalan Islam dalam satu tahun. Sedangkan empat tingkat balkon dan satu lantai utama melambangkan angka 5 yang merupakan Rukun Islam sekaligus Pancasila.
7. Menara Simbol Keesaan Allah SWT
Masjid Istiqlal hanya memiliki satu menara, yang menyimbolkan keesaan Allah SWT. Menara meruncing ke atas ini berlapis marmer dengan tinggi 6.666 sentimeter.
Arti dari tinggi menara adalah ayat-ayat dalam Al-Quran yang berjumlah 6.666. Ujung atas menara terdapat pinnacle dari besi baja dengan tinggi 30 meter, yang menyimbolkan jumlah Juz dalam Al-Quran.