MASJID Istiqlal di Jakarta Pusat bukan hanya sekadar rumah ibadah, tapi menjadi salah satu simbol kemerdekaan dan keberagaman Indonesia. Masjid yang berdiri di lahan bekas Taman Wilhemina ini juga jadi destinasi wisata religi.
Mampu menampung 200.000 jamaah, Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Luas bangunannya mencapai 26 persen dari total kawasan seluas 9,32 hekatre yang selebihnya merupakan halaman dan pertamanan.
Baca juga: Dari Masjid hingga Gereja, Ini 6 Objek Wisata Religi di Jakarta
Dihimpun dari beberapa sumber, berikut fakta-fakta menarik tentang Masjid Istiqlal :
1. Proses Pembangunan Selama 17 Tahun
Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Ir. Soekarno pada 24 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Nabi Muhammad SAW. Kejadian ini disaksikan oleh ribuan umat Islam.
Terhalang situasi politik yang pada masa itu kurang kondusif, seperti berlakunya demokrasi parlementer, pertikaian antar partai politik, serta peristiwa G30S/PKI, proyek pembangunan besar ini tersendat hingga terhenti total.
Masjid Istiqlal bagian dalam (Setkab)
Situasi politik baru mereda pada 1966 dan pembangunan masjid pun baru bisa dimulai kembali. 17 tahun kemudian, tepatnya pada 1978, Masjid Istiqlal selesai dibangun. Presiden Soeharto meresmikan pada 22 Februari 1978.
2. Lokasi Masjid
Sempat terjadi perdebatan saat menentukan lokasi Masjid Istiqlal. Ir. H. Mohammad Hatta mengajukan lokasi pembangunan di Jalan Husni Thamrin, yang kini menjadi lokasi Hotel Indonesia. Lokasi tersebut cocok karena berada di lingkungan masyarakat Muslim dan belum ada bangunan lain di atasnya.
Namun, Ir. Soekarno menginginkan Istiqlal didirikan di Taman Wilhemina, yang masih terdapat reruntuhan benteng Belanda. Presiden RI pertama ini menganganggap lokasi tersebut cocok karena dikelilingi oleh bangunan pemerintah, pusat perdagangan, dan dekat dengan Istana Merdeka.
Baca juga: Wisata Religi, Melihat Wujud Rumah Nabi Muhammad SAW
Selain itu, Soekarno menghendaki masjid terbesar di Indonesia ini berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta sebagai simbol semangat persaudaraan, persatuan, dan toleransi beragama.
Pekarangan Masjid Istiqlal (Setkab)
3. Arti Nama Masjid Istiqlal
Nama “Istiqlal” diambil dari bahasa Arab yang berarti “Merdeka”. Dikutip dari Wikipedia, Masjid Istiqlal merupakan masjid yang mewakili umat muslim Indonesia. Status terhormat itu membuat masjid harus dapat menjadi kebanggaan bangsa sekaligus menggambarkan semangat perjuangan dalam meraih kemerdekaan.
Pembangunan masjid ini juga menjadi wujud rasa syukur bangsa Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam, atas berkat Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat kemerdekaan.