Melihat Tradisi 'Munggahan' Sambut Ramadhan Diaspora Indonesia di Inggris Raya

Antara, Jurnalis
Selasa 13 April 2021 11:10 WIB
Sebuah keluarga Indonesia rekreasi di taman kota Reading, Inggris jelang Ramadhan 1442 Hijriah (Antara/Munawir)
Share :

BAGI diaspora muslim Indonesia di Inggris, Ramadhan 1442 Hijriah tetap terasa istimewa sekalipun berlangsung di tengah pandemi COVID-19 yang belum usai.

Di tengah suasana penguncian (lockdown) di kota-kota Inggris Raya, warga muslim Indonesia yang bermukim di beberapa kota di negeri Ratu Elizabeth itu tidak melupakan tradisi silaturahmi. Apalagi jelang Ramadhan, tradisi ini dimanfaatkan untuk saling berbagi dan meminta maaf.

Baca juga: Mengenal Kastil Windsor, Tempat Meninggalnya Pangeran Philip

Biasanya pada waktu sebelum pandemi, orang-orang Indonesia di Inggris saling mengunjungi untuk berbagi makanan, bertukar sapa dan saling memaafkan.

Mereka saling sapa sebagai sesama orang Indonesia yang bermukim di Inggris selama bertahun-tahun. Hidup di negeri seberang, seolah menguatkan sebagai saudara.

Yayah Indra, muslimah Indonesia di London, mengaku bahwa saling mengunjungi dan berbagi makanan merupakan tradisi muslim khas Indonesia di Inggris. Namun, suasana lockdown membuat interaksi menjadi berbeda.

Untuk lockdown sesi tiga yang berlangsung hingga 12 April 2021 ini, Pemerintah Inggris membatasi pertemuan di luar ruangan hanya untuk dua keluarga atau maksimal enam orang, serta membatasi pertemuan di dalam ruangan.

“Kalau tidak sedang penguncian, acaranya makan-makan. Jadi kami saling bawa makanan sendiri-sendiri di satu tempat, entah itu di rumah saya, di rumah teman saya, jadi gantian. Nah, setelah lockdown ini kita tidak lagi ngumpul-ngumpul sesama orang Indonesia. Tapi, kemarin kita saling bagi-bagi makanan, istilah bahasa Jawanya itu munggahan begitu,” ungkap Yayah, Ahad 11 April 2021.

Baca juga:  Cokelat Hadiah Ratu Victoria untuk Tentara Inggris 121 Tahun Lalu Ditemukan Utuh

Bagi Yayah, suasana Ramadhan tahun ini di tengah pandemi memang terasa sepi, namun harus tetap disyukuri.

“Memang saat ini kita suasana masih sepi, belum boleh berkunjung ke rumah-rumah tetangga. Pertemuan di luar ruangan juga dibatasi. Namun, saya tetap bersyukur, diberikan kesehatan dan keselamatan. Semoga Ramadhan ini menjadi momentum untuk tetap bersyukur dan mengabdi,” terang Yayah, perempuan kelahiran Indramayu, Jawa Barat itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya