Pemimpin kamp adalah Maria Jorge dos Santos Tavares, yang telah mengumpulkan dan menjual kacang di hutan bersama keluarganya selama lima dekade.
"Dia memberiku makanan dan pakaian bersih. Saya memiliki kasih sayang yang luar biasa untuk mereka," tutur Sena.
Yang membuat Sena merasa miris ialah ia justriu diselamatkan oleh sebuah keluarga yang hidup selaras dengan hutan, setelah bekerja untuk orang-orang yang merusaknya.
"Terlepas dari keadaan yang membawa saya ke penerbangan itu, ditemukan oleh keluarga pengumpul yang bekerja selaras dengan alam, yang tidak merusak hutan, itu ajaib," ujarnya.
"Satu hal yang pasti, Saya tidak akan pernah terbang untuk penambang ilegal lagi," tegas Sena mengakhiri.
(Rizka Diputra)