Tradisi Padusan, Ritual Penyucian Diri Masyarakat Jawa Sambut Ramadan

Indah Salsabillah, Jurnalis
Minggu 11 April 2021 12:25 WIB
Tradisi Padusan jelang bulan Ramadan (Foto: Instagram/@banyupanaspacet)
Share :

SETIAP daerah di Nusantara memiliki tradisi unik dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. Salah satunya ialah Padusan.

Padusan merupakan tradisi yang sudah menjadi kearifan lokal khusunya bagi kalangan masyarakat Jawa menjelang datangnya Ramadan. Salah satu kearifan lokal Jawa ini konon sudah ada sejak zaman Sultan Hamengkubuwono I.

Dikutip dari laman indonesia.go.id, padusan berati mandi. Sehingga padusan dapat dimaknai sebagai tradisi masyarakat Jawa untuk menyucikan diri, membersihkan jiwa raga dalam menyambut bulan penuh berkah dan ampunan.

Tradisi ini dilakoni dengan mendatangi sumber mata air murni yang telah dipercaya oleh masyarakat bisa mendatangi keberkahan. Di sana mereka melakukan mandi besar, membersihkan badan dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Baca juga: Cerita Misteri Curug Parangloe Banyak Menelan Korban Jiwa

Tak hanya itu padusan juga menjadi momen untuk merenung dan introspeksi diri atas segala kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu. Oleh karenanya, padusan lebih baik dilakukan di tempat yang sepi dengan menyendiri.

Namun, di tengah pandemi melanda, kegiatan padusan pada masyarakat ini mengalami pergeseran. Ritual mandi besar dalam tradisi padusan tidak lagi harus dilakukan di sumber mata air umum, namun bisa saja dilakukan di rumah masing-masing.

Selain itu, tradisi padusan ini telah dijadikan sebagai komoditas pariwisata. Di Jawa Tengah maupun Yogyakarta terdapat cukup banyak tempat yang biasa dijadikan lokasi ritual padusan.

Di Yogyakarta saja setidaknya ada 10 lokasi yang biasa didatangi orang setiap tahunnya. Salah satunya yaitu di Desa Margoluwih, Sleman. Konon tempat itu sengaja dibuat oleh Sunan Kalijaga saat tidak menemukan air untuk berwudhu.

Sementara dalam kacamata perspektif Islam, Ketua PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri, mengatakan, secara konsep fiqih dalam sebuah tradisi terdapat tiga komponen. Pertama, nama atau simbol, kedua cara atau prosedur kegiatannya, dan ketiga ialah i'tiqad (keyakinan) yang ada dalam tradisi itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya