PANDEMI Covid-19 tidak hanya berdampak besar pada sektor pariwisata, namun juga merembet ke sektor transportasi, khususnya transportasi udara.
Ryanair, sebuah maskapai penerbangan di Eropa mengklaim bahwa pendapatan fiskal mereka saat terus merosot imbas kebijakan pembatasan perjalanan yang berkelanjutan selama pandemi.
Maskapai memperkirakan akan melaporkan kerugian bersih antara 800 juta Euro atau setara dengan Rp13,8 triliun untuk 12 bulan terakhir hingga Maret tahun ini.
Kerugian yang didapat terhitung lebih baik dari perkiraan sebelumnya yakni antara 850 juta Euro atau setara dengan Rp14,7 triliun dan 950 juta Euro atau setara dengan Rp16,4 triliun. Pemulihan akan keadaan ini juga tertunda seiring dengan pandemi Covid-19 yang tak kunjung membaik.
Baca juga: Nekat Selundupkan Cerutu Seharga Rp1,2 Miliar, Pramugara Diciduk Polisi