Namun, peraturan itu bisa menjadi pengecualian bagi pramugari senior yang statusnya sudah menjadi pegawai tetap di perusahaan penerbangan tempat mereka bekerja. Asalkan lokasi tato di area tubuh yang tetutup baju.
“Tapi mungkin setelah itu, setelah jadi pramugari ya ada aja sih. Misalkan dia udah jadi pegawai tetap, tiba-tiba dia ditato. Tapi di daerah tertutup ya, gak apa-apa. Tapi kalau untuk pertama kali masuk tesnya itu, sesuai pengalaman aku, gak boleh,” jelasnya.
Peraturan-peraturan yang dibuat perusahaan maskapai penerbangan untuk kru kabin memang sangat ketat. Setiap maskapai ingin memiliki pramugari terbaik demi kredibilitas dan imej perusahaannya. Oleh karenanya, untuk berhasil lolos tes menjadi pramugari pun cukup sulit.
Selain masalah tato dan bekas luka, Anisa mengaku masih banyak hal yang menjadi pertimbangan maskapai dalam memilih calon pramugarinya.
(Dewi Kurniasari)