DUA wanita dari Irlandia ditangkap karena diduga menolak pergi ke hotel untuk karantina setelah keduanya melakukan perjalanan medis di Dubai untuk operasi memperbesar payudara.
Atas tuduhan tersebut Kirstie McGrath (30) dan Niamh Mulreany (25) didakwa melanggar Undang-Undang Kesehatan negara saat ini.
Baca juga: Lockdown Berakhir, Restoran dan Pub di Irlandia Kembali Buka
Keduanya diketahui meninggalkan Uni Emirat Arab dan tiba di Bandara Dublin pada Jumat, 2 April 2021.
Pada akhir Maret 2021, otoritas kesehatan Irlandia sudah mengumumkan akan ada karantina hotel wajib bagi pelancong yang datang dari 48 negara termasuk Uni Emirat Arab, guna mengurangi risiko penularan COVID-19.
"Setiap penumpang yang telah berada di salah satu negara kategori ini diwajibkan karantina 14 hari. Meskipun hanya transit melalui salah satu negara ini dan tetap berada di udara, secara hukum diwajibkan untuk melakukan karantina di hotel," bunyi panduan perjalanan yang diterbitkan di Departemen Luar Negeri.
"Ini berlaku bahkan jika penumpang menerima hasil tes PCR negatif setelah tiba di Negara Bagian. Ada pengecualian yang sangat terbatas untuk persyaratan ini, " tambahnya.
Melansir Fox News, Kamis (8/4/2021), McGrath dan Mulreany muncul di hadapan Hakim Miriam Walsh di Pengadilan Distrik Tallaght, Irlandia pada Sabtu, 4 April 2021.
Pengacara mereka Michael French mengatakan kedua wanita itu berada di Uni Emirat Arab untuk pembesaran payudara dan tidak mengetahui tentang peraturan karantina di hotel.
Baca juga: Danau Berbentuk Hati dengan Ribuan Pohon Bertuliskan 'Love' di Tengah Gurun
Menurut sumber perencanaan operasi plastik Real Self, pemulihan dari operasi pembesaran payudara biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu.
Sementara itu, Perkumpulan Ahli Bedah Plastik di Amerika mengatakan pemulihan penuh rata-rata membutuhkan waktu sekitar enam minggu.
Hakim Walsh dilaporkan mempertanyakan apakah operasi itu penting. Sementara itu, kesaksian dari polisi Irlandia mengatakan pihak berwenang membutuhkan waktu dua jam untuk menjelaskan karantina wajib kepada kedua wanita tersebut.
Pengacara French membela McGrath dan Mulreany atas dasar bahwa mereka mencoba untuk pulang karena demi anak-anak mereka dan juga telah melakukan tiga kali tes virus corona yang hasilnya negatif.