NUSA Tenggara Timur (NTT) memiliki ragam kuliner yang menarik. Makanan khas NTT juga punya ciri khas bahan dan rasa yang tak sama dengan daerah lain.
Seperti makanan dengan bahan dasar jagung, ikan laut, juga olahan daging sapi asap atau disebut sei sapi. Di NTT makanan ini cukup terkenal dan paling dicari banyak wisatawan.
Karenanya, jika Anda pergi ke NTT, tak ada salahnya untuk mencicipi makanan tersebut juga berburu oleh-oleh. Lebih lanjut, dilansir MNC Portal Indonesia dari berbagai sumber pada Selasa (6/4/2021), berikut 5 makanan khas NTT yang wajib Anda coba.
Pelepah Manuk
Pelepah Manuk awalnya adalah hidangan khas NTT yang diolah dari burung, namun lama kelamaan makanan ini menggunakan bahan ayam walaupun dengan bumbu yang sama. Ayam ataupun burung pada pelepah manuk biasanya dimasak dengan cara dibakar, kemudian dimasukan dalam panci yang sudah berisi bumbu dan rempah yang sudah ditumis.
Setelah ayam ataupun burung masuk ke panci dengan bumbu dan rempah, tambahkan santan lalu masak sampai daging ayam ataupun burung meresap campuran santan, bumbu dan rempah. Setelah kuah mengental angkat dan pelepah manuk siap disantap.
Baca Juga: Resep Pizza Mie Instan Paling Gampang Masaknya, Yummy!
Sei
Sei merupakan daging asap atau smoked beef-nya Indonesia. Makanan khas Kupang yang satu ini merupakan daging asap khas Kupang yaitu se’i. Sei merupakan hidangan yang berbahan dasar daging babi atau sapi.
Dibumbui dengan garam, lada, dan madu timor, sei lalu dipanggang di atas bara api dari kayu tanaman kosambi yang membuat daging panggang ini sangat nikmat, beraroma khas, dan memiliki citarasa yang berbeda dibanding dengan daging asap lainnya.
Kolo
Tak hanya di daerah lain di Indonesia, nasi bakar pun bisa ditemukan di NTT tapi biasanya disebut sebagai Kolo. Kolo dimasak di dalam bambu yang nantinya ditaruh di atas bara api untuk dibakar.
Cara membuatnya pun terbilang cukup sulit. Pertama, cuci beras sebelum dimasukkan ke dalam bambu muda dengan panjang sekitar 30 cm. Beras tersebut sudah dicampur dengan bumbu-bumbu khas NTT. Setelah itu beras yang dicampur bumbu dimasukkan ke dalam bamboo.
Jangan lupa tutup bamboo tempat memasukkan beras pada bambu dengan daun pisang. Lalu, bambu ini ditaruh berdiri di bara api untuk dibakar. Proses membakar ini dilakukan setengah jam.
Setelah matang, kolo dikeluarkan dari bambu dan digulung dengan daun sebagai bungkusan. Biasanya, Kolo disajikan pada acara-acara adat. Selain itu, Kolo biasanya dijadikan menu utama yang akan disantap bersama dengan sayur dan lauk apapun.